Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 00:45 WIB
MV Sakoba Jadi Basis Terapung Perompak
Josephus Primus | primus | Rabu, 10 Maret 2010 | 02:20 WIB
|
Share:

EPA/US NAVY / HANDOUT / Kompas Images
Dalam gambar tertanggal 8 Oktober 2008 yang dipublikasikan Angkatan Laut AS terlihat perompak Somalia sedang mengambil ancang-ancang untuk membajak MV Faina, kapal Ukraina pengangkut senjata. Kapal tersebut sudah dibebaskan setelah uang tebusan yang dituntut perompak diberikan.

TERKAIT:

MOMBASA, KOMPAS.com - Kapal ikan berbendera Kenya MV Sakoba, dibajak para perompak Somalia sekitar 400 mil timur Dar es Salam pekan lalu, kata sumber-sumber maritim internasional Selasa (9/3/2010). Menurut sumber-sumber maritim itu, ada kemungkinan para perompak Somalia menggunakan kapal berawak 16 orang tersebut sebagai kapal utama dalam melancarkan serangan-serangan lain di Samudera Hindia.
   
Kepala Program Bantuan Pelaut Afrika Timur Andrew Mwangura mengatakan, MV Sakoba dinakhodai warga Spanyol sedangkan 15 ABK-nya berasal dari Kenya, Polandia, Senegal, Cape Verde, dan Namibia.  "Kapal itu dibajak di wilayah perairan lepas pantai Kenya dan Seychellois pekan lalu," katanya.
   
Misi Anti-Perompak Angkatan Laut Atalanta Uni Eropa mengatakan, hingga Selasa, para perompak masih menguasai kapal ikan itu dan mengarahkannya ke Harardhere.
   
Juru Bicara Atalanta John Harbour mengatakan, tidak jelas siapa pemilik MV Sakoba. Namun, para perompak dikhawatirkan menggunakan kapal itu sebagai basis terapung mereka untuk menyerang kapal-kapal lain. "Kami tidak tahu siapa pemilik kapal ikan itu sekarang. Pada 2007, kapal tersebut merupakan milik warga negara Spanyol," katanya.
   
Yang pasti, kapal itu kini dipakai para perompak sebagai "kapal induk" untuk menyerang kapal-kapal lain.
   
Menurut Federasi Perikanan Spanyol, Cepesca, operator MV Sakoba adalah warga negara Kenya.
   
Kementerian Luar Negeri Spanyol menambahkan, keterkaitan kapal ikan itu dengan Spanyol hanyalah sang nakhodanya.
   
Dalam setahun terakhir, Atalanta dan beberapa misi angkatan laut internasional lainnya terus memerangi aksi perompakan di perairan Teluk Aden, salah satu jalur perdagangan terpadat di dunia.
   
Para perompak kemudian mengalihkan operasi kejahatan mereka ke perairan Samudera Hindia yang tidak mendapat pengawasan ketat kapal-kapal AL internasional.
    
Tahun lalu, para perompak Somalia ini berhasil meraup uang tebusan sebesar lebih dari 60 juta dollar AS.
    
Saat ini, mereka masih menahan sedikitnya sebelas kapal dan 150 anak buah kapal (ABK) dari berbagai negara.
  

Sumber :
ANT, AFP, TIMES
Jumat, 25/05/2012 19:20 WIB

Gen Untuk Pil Kontrasepsi Pria

Jumat, 25/05/2012 14:18 WIB

AS Pangkas Dana Bantuan untuk Pakistan