Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 00:44 WIB
Mantan Presiden Khatami Dilarang ke Luar Negeri
| bnj | Selasa, 9 Maret 2010 | 20:37 WIB
|
Share:

Mohammad Khatami

TEHERAN, KOMPAS.com — Mantan Presiden Iran, Mohammad Khatami, yang dikenal sebagai pemimpin reformis, dilarang bepergian ke luar negeri. Demikian dilaporakan kantor berita semi-pemerintah, Fars, Selasa (9/3/2010).

Khatami mendukung pemimpin oposisi, Mirhossein Mousavi, dalam pemilihan umum yang dimenangkan saingan utamanya, Presiden Mahmoud Ahmadinejad, pada Juni lalu.

Pemilu itu menimbulkan percekcokan politik di negara penghasil minyak tersebut.

Menurut Fars, pejabat intelijen yang tidak disebutkan namanya mengatakan, Khatami, mantan presiden Republik Islam Iran 1997-2005, memiliki rencana bepergian keluar negeri, tanpa menyebutkan tanggal pemberangkatan itu.

"Mohammad Khatami telah dilarang meninggalkan negara ini," demikian kantor berita Fars.

Tahun lalu, Garda Revolusi Iran menyerukan agar Khatami dan Mousavi diadili karena dicurigai mengobarkan kerusuhan setelah pemilihan presiden yang dipersoalkan itu.

Pemilihan presiden pada 12 Juni itu telah menjebloskan Iran ke dalam krisis internal terbesar sejak revolusi Islam 1979. Hal ini memperdalam perpecahan di jajaran tinggi kekuasaan dan menyulut gelombang protes yang menewaskan sejumlah orang.

Tak lama setelah hasil pemilu diumumkan, Khatami menyerukan pihak berwenang menyelenggarakan referendum menyangkut legitimasi pemerintah.

"Satu-satunya jalan keluar bagi situasi sekarang adalah menyelenggarakan referendum mengenai legitimasi pemerintah," kata Khatami.

Khatami dan pihak oposisi mempertanyakan kejujuran mengenai pemilu tersebut dan menuduh bahwa telah terjadi kecurangan. Namun, pemerintah membantah keras tudingan oposisi itu.

Sumber :
ANT, REUTERS
Jumat, 25/05/2012 19:20 WIB

Gen Untuk Pil Kontrasepsi Pria

Jumat, 25/05/2012 14:18 WIB

AS Pangkas Dana Bantuan untuk Pakistan