Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 00:32 WIB
PM Nuri Al Maliki Sementara Unggul di Pemilu Irak
| bnj | Senin, 8 Maret 2010 | 17:29 WIB
|
Share:

www.akhbaar.org
Nuri Al Maliki, Perdana Menteri Iraq

BAGHDAD, KOMPAS.com - Perdana Menteri Nuri al Maliki , Senin (8/3/2010) unggul dalam pemilu Irak, demikian hasil sementara yang diperoleh dari para pejabat lokal di seluruh negara itu.

Peroleh suara dari daerah Baghdad, yang hasilnya dapat mempengaruhi pemilu itu belum diperoleh. Maliki, ketua Aliansi Hukum Negara itu, unggul di daerah-daerah Syiah.

"Sementara Iyad Allawi, mantan perdana menteri yang memimpin partai sekuler Iraqiya, unggul di daerah-daerah Sunni," kata data perhitungan tidak resmi.

Aliansi Hukum Negara yang dipimpin Maliki menang di sembilan provinsi Syiah daerah selatan negara itu dan Iraqiya unggul di provinsi-provinsi utara dan barat Baghdad yang berpenduduk mayoritas kelompok Sunni.

Iraqiya menempati peringkat kedua di tiga provisi Syiah tetapi ketiga di enam provinsi lainnya, dibelakang Aliansi Nasional Irak yang didominasi dua partai agama dari kelompok Syiah dan termasuk mantan wakil perdana menteri Ahmed Chalabi.

Di provinsi Kirkuk yang berpenduduk campuran, partai Kurdistan unggul disusul partai Allawi. Hasil resmi pemilu itu belum bisa diketahui sampai Kamis.

Hasil secara keseluruhan diharapkan bisa diketahui sekitar 18 Maret. Hasil-hasil ini kemudian harus disahkan oleh Mahkamah Agung pada akhir bulan ini.

Setelah itu kemungkinan akan diperlukan waktu dua bulan tawar menawar sebelum pemerintah baru dibentuk karena tidak ada satu partaipun yang unggul mutlak dalam pemilu tersebut.

Pemilu Irak dihadiri sekitar 50 persen pemilih di sebagian besar daerah. Pemungutan suara itu ditandai dengan serangan roket, mortir dan bom yang menewaskan 38 orang.

Pemilu ini mendapat pujian internasional atas keberanian dan tekad pemerintah dalam melaksanakan ujian demokrasi di negara yang porak poranda akibat perang itu kurang dari enam bulan sebelum pasukan AS meninggalkan negara itu.

Presiden Barack Obama menyampaikan penghargaan kepada semua mereka yang memberikan suara dalam pemilu Minggu itu, pemilihan parlemen kedua sejak pasukan pimpinan AS menggulingkan Presiden Saddam Hussein pada 2003.

Sumber :
ANT, AFP
Jumat, 25/05/2012 19:20 WIB

Gen Untuk Pil Kontrasepsi Pria

Jumat, 25/05/2012 14:18 WIB

AS Pangkas Dana Bantuan untuk Pakistan