BAGHDAD, KOMPAS.com - Perdana Menteri Nuri al Maliki, Senin, unggul dalam perolehan suara sementara pemilu Irak yang diselenggarakan Minggu kemarin.
Menurut data perhitungan tidak resmi, Maliki, ketua Aliansi Hukum Negara itu, unggul di daerah-daerah Syiah sementara Iyad Allawi, mantan perdana menteri yang memimpin partai sekuler Iraqiya, unggul di daerah-daerah Sunni. Aliansi Hukum Negara yang dipimpin Maliki menang di sembilan provinsi Syiah di wilayah selatan negara itu dan Iraqiya unggul di provinsi-provinsi utara dan barat Baghdad yang berpenduduk mayoritas Sunni.
Iraqiya menempati peringkat kedua di tiga provisi Syiah tetapi ketiga di enam provinsi lainnya, di belakang Aliansi Nasional Irak yang didominasi oleh dua partai agama dari kelompok Syiah dan termasuk mantan wakil perdana menteri Ahmed Chalabi. Di Provinsi Kirkuk yang berpenduduk campuran, partai Kurdistan unggul disusul partai Allawi.
Hasil-hasil resmi sementara dari pemilu itu tidak dapat diketahui sampai Kamis. Hasil penuh diharapkan diperoleh pada sekitar 18 Maret. Hasil-hasil ini kemudian harus disahkan oleh Mahkamah Agung pada akhir bulan ini. Setelah itu kemungkinan akan diperlukan waktu dua bulan tawar menawar sebelum pemerintah baru dibentuk karena tidak ada satu partai pun yang unggul mutlak dalam pemilu tersebut.
Pemilu Irak dihadiri paling tidak 50 persen pemilih di sebagian besar daerah setelah pemungutan suara itu ditandai dengan serangan-serangan roket, mortir dan bom yang menewaskan 38 orang. Jutaan pemilih memberikan suara mereka. Mereka mendapat pujian internasional atas keberanian dan tekad mereka dalam melaksanakan ujian demokrasi di negara yang porak poranda akibat perang itu.
Presiden Barack Obama menyampaikan penghargaan kepada mereka yang memberikan suara dalam pemilu itu, pemilihan parlemen kedua sejak pasukan pimpinan AS menggulingkan Presiden Saddam Hussein tahun 2003.

