Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 00:26 WIB
Junta Niger Bebaskan Lima Mantan Menteri
| aegi | Sabtu, 6 Maret 2010 | 16:13 WIB
|
Share:

AFP PHOTO / SIA KAMBOU
Salou Djibo, pemimpin kudeta yang menggulingkan Presiden Niger Mamadou Tandja

TERKAIT:

NIAMEY, KOMPAS.com — Junta militer Niger mengatakan, pihaknya telah membebaskan lima mantan menteri yang ditangkap dalam kudeta bulan lalu. Para menteri, yang dibebaskan Kamis (4/3/2010), sedang menunggu hasil penyelidikan tuduhan korupsi. Mantan Perdana Menteri Ali Badjo Gamatie termasuk pejabat tinggi yang dibebaskan setelah beberapa hari ditahan.

Junta itu mengatakan, setiap mantan pejabat sipil, termasuk para mantan menteri itu, akan diajukan ke pengadilan jika mereka terlibat korupsi.

Sebelumnya, junta menunjuk Mahamadou Danda sebagai perdana menteri dalam pemerintahan sementara pascakudeta. Junta menggulingkan presiden negara Afrika barat itu, Mamadou Tandja, dalam kudeta setelah beberapa bulan percekcokan antara presiden dan partai-partai oposisi.

Junta, yang menyebut dirinya sebagai Dewan Tertinggi untuk Pemulihan Demokrasi dan mencakup beberapa perwira militer yang terlibat dalam kudeta 1999, mengatakan, mereka merencanakan pemulihan cepat menuju negara demokrasi. Sejauh ini junta belum menetapkan kerangka waktunya atau bentuk peralihan yang akan dilakukan.

Kudeta itu, yang keempat di Niger sejak kemerdekaan dari Perancis, disambut baik secara luas oleh rakyat Niger yang telah lelah dengan berbulan-bulan percekcokan politik di negara yang merupakan salah satu negara termiskin di dunia tapi juga mengharapkan untuk menjadi pengekspor uranium penting itu.

Masyarakat internasional mengecam pengambilalihan kekuasaan oleh militer, tapi para diplomat mengakui hal itu telah memberikan terobosan bagi jalan buntu politik di negara tersebut. Senin lalu, pemimpin junta, Salou Djibo, mengumumkan pemerintahan sementara dengan 20 menteri, setelah menumbangkan pemerintahan Tandja pada 18 Februari lalu. Djibo berjanji akan melakukan pemilihan presiden baru, tetapi belum ada penetapan tanggal pemilu untuk membentuk pemerintahan tetap.

Sumber :
ANT
Jumat, 25/05/2012 19:20 WIB

Gen Untuk Pil Kontrasepsi Pria

Jumat, 25/05/2012 14:18 WIB

AS Pangkas Dana Bantuan untuk Pakistan