Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 00:24 WIB
Terlilit Utang, Yunani Disarankan Jual Pulau
Egidius Patnistik | aegi | Kamis, 4 Maret 2010 | 16:44 WIB
|
Share:

Shutterstock
Pulau berpemandangan indah milik Yunani di Laut Tengah, tampak rumah-rumah, bangunan gereja dan biara-biara tua.

TERKAIT:

BERLIN, KOMPAS.com — Dua anggota Parlemen Jerman dari koalisi kanan-tengah pemerintahan Kanselir Angela Merkel mengatakan, Yunani dapat mempertimbangkan untuk menjual sejumlah pulau sebagai opsi dalam mengurangi utang.

Josef Schlarmann, anggota senior Partai Demokrat Kristen pimpinan Merkel, dan Frank Schaeffler, ahli kebijakan keuangan dari Partai Demokrat Kebebasan, Kamis, mengatakan, dengan menjual sejumlah pulau dan aset-aset lain, Yunani bisa keluar dari krisisnya saat ini. ”Orang yang sedang dalam kebangkrutan harus menjual segala sesuatu yang mereka miliki untuk membayar kreditor mereka,” kata Schlarmann kepada harian Bild.

”Yunani memiliki banyak bangunan, perusahaan, dan pulau-pulau tak berpenghuni yang semuanya dapat digunakan untuk mengurangi utang,” kata Schlarmann.

Yunani telah meluncurkan program penghematan yang didesain untuk menjamin bantuan Eropa dapat membantu menangani beban utang yang melumpuhkan. Defisit Yunani sebesar 12,7 persen dari GDP tahun 2009, jauh di atas batas yang ditetapkan Uni Eropa, yaitu 3 persen.

Merkel akan bertemu dengan Perdana Menteri Yunani George Papandreou di  Berlin, Jumat besok. ”Kanselir tidak dapat menjanjikan Yunani bantuan,” kata Schaeffler kepada harian Bild dalam sebuah berita utama berjudul ”Jual Pulaumu, Kamu Bangkrut Yunani! Acropolis juga, Dijual Saja!”

”Pemerintah Yunani harus mengambil langkah radikal untuk menjual asetnya, sebagai contoh pulau-pulau tidak berpenghuni,” kata Schaeffler kepada koran terbesar Jerman itu.

Wakil Menteri Luar Negeri Yunani Dimitris Droutsas ditanya tentang gagasan itu dalam sebuah wawancara dengan ARD TV. ”Saya juga telah mendengar saran bahwa kami harus menjual Acropolis,” kata Droutsas. ”Saran seperti ini tidak pantas saat ini.”

Sumber :
AFP
Jumat, 25/05/2012 19:20 WIB

Gen Untuk Pil Kontrasepsi Pria

Jumat, 25/05/2012 14:18 WIB

AS Pangkas Dana Bantuan untuk Pakistan