Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 00:23 WIB
KEUANGAN NEGARA
Yunani Harapkan Dukungan Uni Eropa
| Kamis, 4 Maret 2010 | 04:05 WIB
|
Share:

ATHENS, RABU -  Perdana Menteri Yunani George Papandreou, Atena, Rabu (3/3), mengatakan, saat ini Yunani menanti dukungan Uni Eropa. Pemerintah Yunani mencanangkan pengetatan anggaran yang lebih drastis untuk menghemat anggaran sekitar 4,8 miliar euro.

Papandreou mengungkapkan sedang menantikan ”solidaritas Eropa”. Defisit anggaran Yunani membengkak sehingga kurs euro dan kawasan zona euro juga terpengaruh dengan kecenderungan menurun.

Papandreou juga akan meminta bantuan dari Dana Moneter Internasional (IMF) jika tidak mendapatkan dukungan dari mitranya, Uni Eropa (UE). Yunani akan membekukan tunjangan pensiun, memangkas tunjangan liburan, serta menaikkan pajak penjualan dan pajak barang mewah.

Pemerintah Jerman bereaksi dengan mengatakan kembali bahwa Jerman tidak akan menawarkan bantuan kepada Yunani. Sikap itu ditunjukkan menjelang pertemuan Kanselir Jerman Angela Merkel dengan Papandreou di Berlin, Jumat.

Namun, Jerman menyambut baik langkah Yunani mengadakan pengetatan, tetapi Yunani harus benar-benar mengimplementasikan langkah tersebut.

Papandreou mengatakan, langkah pengetatan itu diperlukan agar dapat menyelamatkan perekonomian Yunani. Papandreou akan bertemu dengan Merkel pada Jumat dan dengan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy pada Minggu.

Reaksi pasar positif

Para pejabat pemerintah menyatakan, langkah pengetatan baru itu termasuk memangkas gaji tahunan melalui pemangkasan bonus Paskah, Natal, dan liburan sebesar 30 persen.

Sebaliknya, pajak penjualan naik 2 persen menjadi 21 persen dari sebelumnya 19 persen.

Reaksi pasar atas pengetatan ini tergolong positif. Harga obligasi Yunani meningkat setelah pengumuman tersebut keluar. Tingkat imbal hasil untuk obligasi Pemerintah Yunani bertenor 10 tahun turun menjadi 6,012 persen dari 6,149 persen pada Selasa malam, yang artinya obligasi Yunani lebih menarik.

Tingkat imbal hasil obligasi dengan harga obligasi bergerak pada arah yang berlawanan. Besaran lain yang juga penting adalah selisih. Selisih imbal hasil obligasi Pemerintah Yunani dengan obligasi Jerman menyempit menjadi 2,88 poin dari sebelumnya 3,03 poin.

Uni Eropa akan semakin mengetatkan aturan 27 negara anggotanya sebagai langkah pengamanan untuk menjaga stabilitas nasional moneter di negara pengguna euro.

(AP/AFP/Reuters/joe)

 

Jumat, 25/05/2012 19:20 WIB

Gen Untuk Pil Kontrasepsi Pria

Jumat, 25/05/2012 14:18 WIB

AS Pangkas Dana Bantuan untuk Pakistan