Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 00:12 WIB
Sudah 31 Tentara Turki yang Ditangkap
| Sabtu, 27 Februari 2010 | 05:11 WIB
|
Share:

Kairo, Kompas - Pengadilan Turki, Jumat (26/2), memerintahkan penangkapan 11 perwira aktif lagi terkait percobaan kudeta 2003. Dengan demikian, perwira aktif yang ditahan saat ini mencapai 31 perwira sejak Senin.

Perintah penangkapan terjadi sehari setelah pertemuan segitiga antara Presiden Turki Abdullah Gul, PM Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Panglima Militer Jenderal Ilker Basbug, Kamis di Ankara, ibu kota Turki.

Dalam pertemuan disepakati soal penyelesaian isu kudeta militer secara hukum. Mereka menyerukan semua pihak menahan diri dalam menanggapi isu itu.

Pertemuan segitiga digelar atas permintaan Presiden Abdullah Gul, menyusul penangkapan sekitar 50 perwira—yang aktif dan mantan perwira—pada Senin lalu oleh polisi.

Penangkapan dilakukan atas dugaan mereka terlibat upaya percobaan kudeta pada 2003 terhadap pemerintah Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), pemenang telak pemilu legislatif tahun 2002.

Keterangan kantor Presiden menegaskan, isu kudeta itu akan diselesaikan secara konstitusional. PM Tayyip Erdogan mengatakan, siapa pun yang terlibat dalam konspirasi terhadap negara demokrasi akan diajukan ke pengadilan.

Erdogan menyatakan, pemilu dini tidak diinginkan oleh AKP, menanggapi imbauan sejumlah politisi dan pengamat agar AKP menggelar pemilu dini.

Isu kudeta militer tahun 2003 dengan nama sandi ”Sledgehammer” menggoyang pentas politik Turki saat ini. Isu kudeta dibocorkan surat kabar Taraf pada Janurai disertai bukti-bukti kuat.

Bukti-bukti itu antara lain pemasangan bom di masjid-masjid Istanbul dan kota lain di Turki serta menjatuhkan pesawat tempur Turki di atas laut Aegean dengan menuduh Yunani sebagai penembak pesawat tersebut. Situasi anarkis akibat ledakan bom-bom dan jatuhnya pesawat dirancang menjadi dalih melancarkan kudeta.

Menginginkan sekularisme

Menurut Taraf, rencana kudeta itu didiskusikan dalam sebuah seminar tertutup pada Maret 2003. Namun, pihak militer mengatakan, seminar itu mendiskusikan rancangan-rancangan militer dalam situasi perang. Pihak militer mengatakan tuduhan itu sebagai fitnah.

Akibat isu kudeta tersebut sempat ditahan tiga mantan perwira tinggi, termasuk di antara 50 mantan perwira dan perwira aktif yang telah ditahan. Namun, tiga mantan perwira tinggi bersama 12 mantan perwira lainnya dibebaskan tanpa tuduhan apa pun. Tiga mantan perwira itu adalah mantan Kepala Staf Angkatan Udara Ibrahim Firtina, mantan Kepala Staf Angkatan Laut Ozden Ornek, dan mantan Deputi Panglima Militer Ergin Saygun.

Proses penyidikan terbaru itu merupakan lanjutan penyidikan sejak tiga tahun lalu terhadap isu yang dikenal dengan gerakan Ergenekon yang digalang kelompok Ultranasionalis untuk menumbangkan pemerintah AKP.

Terkait kasus Ergenekon, telah ditangkap sekitar 400 aktivis, mantan perwira, akademisi, dan wartawan, dengan tuduhan makar.

Para pendukung AKP selalu meminta militer menghentikan campur tangan soal politik.

Sebaliknya, pendukung militer menuduh AKP menggunakan isu demokrasi untuk mereduksi peran militer sebagai pelindung sistem sekuler di negara itu.(mth)

 

 

 

 

 

 

Jumat, 25/05/2012 19:20 WIB

Gen Untuk Pil Kontrasepsi Pria

Jumat, 25/05/2012 14:18 WIB

AS Pangkas Dana Bantuan untuk Pakistan