ANKARA, KOMPAS.com - Tentara Turki hari Selasa (23/2/2010) memperingatkan adanya situasi yang "serius" sehari setelah lebih dari 40 tokoh-tokoh militer senior ditahan atas dugaan persekongkolan untuk menggulingkan penguasa.
"Semua jenderal dan laksamana dari militer Turki telah bertemu di markas besar kepala staf angkatan darat untuk mengevaluasi situasi yang serius ini," kata pernyataan itu tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Seperti diketahui, polisi Turki tiba-tiba menahan para mantan pejabat militer senior lewat "operasi palu godam" atas sangkaan bahwa mereka akan menggulingkan pemerintah yang dikuasai Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP).
Para tersangka diduga berencana mengebom masjid-masjid dan meningkatkan ketegangan dengan Yunani dalam upaya mereka untuk mendiskreditkan pemerintah dan membuat jatuh rezim berkuasa.
Sebanyak 17 pensiunan jenderal dan empat laksamana aktif bertugas termasuk di antara mereka yang ditahan atas tuduhan menggulingkan pemerintahan. Mereka dibawa untuk diinterogasi di Istanbul.
Di antara mereka adalah mantan kepala angkatan udara Firtina Ibrahim, mantan kepala angkatan laut Özden Ornek dan mantan kepala Angkatan Darat yang berbasis di Istanbul, Cetin Dogan, yang dituduh menjadi ujung tombak pemberontakan.
Kantor berita Anatolia melaporkan, para jenderal itu diperkirakan akan ditanyai oleh jaksa hari pada Rabu sebelum dibawa ke hadapan seorang hakim untuk mempertanggungjawabkan tuduhan itu.
