GAZA, KOMPAS.com - Jurubicara Hamas, Senin, mengatakan, seorang wartawan Inggris yang ditahan polisi Hamas di Gaza atas sangkaan pelangaran keamanan dapat ditahan selama 15 hari atau lebih.
Minggu kemarin Hamas, yang mengontrol Jalur Gaza, mengumumkan penahanan wartawan lepas Paul Martin atas kejahatan keamanan. Namun tuduhan itu tidak dirinci.
Seorang jurubicara Menteri Dalam Negeri Hamas mengatakan, Martin ditahan selama 15 hari atas perintah jaksa umum di Jalur Gaza. "Setelah 15 hari dia dapat dibebaskan atau diperpanjang (penahanannya), tergantung pada hasil investigasi," kata jurubucara itu, Ehab al-Ghsain.
Pihak Konsulat Inggris di Yerusalem, yang juga menangani urusan di Gaza dan Tepi Barat, mengatakan, diplomat Inggris sedang membantu Martin di Gaza dan berkomunikasi dengan keluarganya. "Kami prihatin tentang situasi ini," kata seorang jurubicara konsulat itu.
Sebagaimana banyak negara Barat lain, Inggris juga menentang Hamas yang memegang kendali di Gaza sejak mengalahkan pesaingnya, kelompok Fatah pimpinan Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada perang sipil 2007. Penolakn Inggris itu karena Hamas tidak mau mengakui Israel serta pilihan perjuangannya yang menggunakan kekerasan.
Wartawan yang diakreditasi pemerintah Israel termasuk sedikit dari orang asing yang boleh masuk ke Jalur Gaza. Inggris, sebagaimana negara Barat lainnya, mengimbau warganya untuk tidak pergi ke sana. Kelompok Hak Asasi Manusia telah mengkritik Hamas dan pihak berwenang Palestina pimpinan Presiden Mahmoud Abbas karena menahan wartawan dan memberlakukan sebuah aturan yang membatasi kebebasan pers.
