JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Swadaya Masyarakat World Wildlife Fund (WWF) Indonesia tengah gencar menyosialisasikan isu tentang pentingnya pelestarian harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) kepada berbagai kalangan.
"Kami terus menyosialisasikan isu tentang pentingnya pelestarian harimau sumatera di Indonesia," kata Koordinator Komunikasi WWF Desmarita Murni, di Jakarta, Senin (15/2/2010).
Ia menjelaskan, sosialisasi tersebut dilakukan melalui serangkaian acara peluncuran kampanye "Tahun Harimau 2010" yang menandakan dimulainya kampanye WWF tentang penyelamatan harimau dan habitatnya yang mulai pada 12 Februari 2010 hingga sepanjang tahun 2010.
Melalui kampanye itu, WWF Indonesia kembali mengajak seluruh masyarakat untuk peduli terhadap harimau sumatra, satu-satunya jenis harimau yang masih tersisa di Indonesia.
Menurut WWF dengan adanya kampanye yang dilakukan terus menerus maka publik akan lebih dekat dengan isu pelestarian harimau sumatra.
Hal itu, menurut WWF penting dilakukan agar kepedulian publik dalam melestarikan harimau terus mengalami peningkatan. "Harimau sumatra di Indonesia memiliki populasi di alam bebas sekitar 400 ekor dan harus terus kita lestarikan jika tidak ingin mereka punah," katanya.
Ia menambahkan, harimau sumatra membutuhkan kepedulian semua kalangan karena tingginya angka perburuan terhadapnya.
Ia merinci bahwa pada saat ini, bagian tubuh harimau sumatra masih diperdagangkan, dan ruang hidupnya kian terdesak oleh aktivitas manusia. "Kalau kita tidak bertindak bersama, kepunahan keanekaragaman hayati Indonesia itu tinggal menunggu waktu saja," katanya.
Dalam kampanye tersebut WWF Indonesia juga menggandeng pemerintah, dunia usaha, dan sejumlah kalangan lainnya. "WWF membutuhkan kerja sama berbagai pihak dalam upaya pelestarian harimau sumatera, karena kami tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan semua kalangan," katanya.
