KOMPAS
Senin, 22 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Kolonel Willi Pernah Memerkosa Korbannya di Hutan
Rabu, 10 Februari 2010 | 03:02 WIB

OTTAWA, KOMPAS.com — Masih ingat dengan Kolonel Russell Williams (46), mantan komandan militer Kanada yang kemarin diadili lantaran melakukan pembunuhan dan penyerangan seksual terhadap dua wanita? Kini kepolisian Ottawa menyelidiki lebih dalam kasusnya.

Menurut polisi, pendalaman penyelidikan dilakukan agar kasus yang dibekukan pada tahun 2001 itu cepat terungkap dengan terang. Berdasarkan temuan terbaru, ternyata dari tubuh salah satu korbannya, wanita berusia 19 tahun yang baru ditemukan, diketahui diperkosa dan ditusuk pada Juni 2001 di daerah berhutan yang menjadi basis pangkalan militer Trinton, Kanada, sekitar 170 kilometer timur Toronto.

"Penyidik kini masih melihat daerah-daerah lain di mana ia telah tinggal dan lokasi dia berada untuk melihat apakah ada kasus lain dengan kesamaan yang dapat membantu kami dalam penyelidikan," ujar Sersan Kristine Rae dari Provinsi Ontario kepada CBC.

"Polisi juga akan melihat secara khusus kasus pembunuhan pada tahun 2001 untuk mencari tahu apakah di sana ada kesamaan untuk kasus-kasus baru-baru ini," katanya.

Seperti diwartakan, Kolonel Russell Williams ditangkap pada hari Minggu atas tuduhan melakukan serangan terhadap empat perempuan sejak September. Williams hari Senin (8/2/2010) muncul di pengadilan atas kasus pembunuhan wanita berusia 27 tahun yang menghilang pada 28 Januari lalu. Itu setelah jasad korban ditemukan pada hari Senin di sebuah pedesaan pinggir jalan dekat rumah Williams di Tweed, Ontario, di dekat pangkalan militer.

Williams, yang sudah menikah, juga didakwa melakukan pelecehan seksual kepada dua perempuan.

Menurut biografinya, Williams pernah mengemudikan jet Challenger 144 CC yang digunakan untuk mengangkut gubernur jenderal Kanada dan perdana menteri, serta keluarga Kerajaan Inggris ketika mereka mengunjungi negara ini.

Williams pernah berkuasa di Skadron 437 di Trenton selama hampir dua tahun dan sebelumnya bertugas di di Timur Tengah.

Penulis: TOF   |   Editor: tof   |   Sumber : AFP Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.