
UNITED NATIONS, KOMPAS.com - Sekjen PBB Ban Ki-moon terkejut dengan penangkapan Sarath Fonseka, mantan kandidat presiden Sri Lanka yang kalah dalam pemilu Januari lalu. Ia meminta kepada pemerintah setempat agar menjamin keselamatannya.
Juru bicara PBB Nesirky Martin mengatakan, Sekjen Ban terus mengikuti perkembangan di Sri Lanka dengan prihatin. Oleh karena itu, ia mendesak agar pihak berwenang di Kolombo menjalankan proses hukum yang adil dan menyediakan semua perlindungan yang diperlukan (untuk Fonseka) dan jaminan kepada keselamatan.
Menurut Nesirky, sekjen PBB direncanakan akan berbicara langsung dengan Presiden Mahinda Rajapakse terkait kasus ini.
Seperti diwartakan sebelumnya, Selasa lalu Fonseka ditangkap lantaran diduga akan bersekongkol melawan pemerintah. Ia dianggap berkomplot dengan para politisi oposisi sementara ia masih menjadi kepala tentara. Oleh karena itu, Fonseka akan diadili secara militer
Nesirky mengatakan Ban menggarisbawahi pentingnya menjamin iklim politik yang positif untuk kepentingan perdamaian, stabilitas dan rekonsiliasi. Fonseka (59) satu-satunya jenderal tentara bintang empat di Sri Lanka yang mundur dari jabatannya dan bersaing dengan Rajapakse dalam pemilu guna meebut kursi presiden.