LANZAROTE, KOMPAS.com - Enam tentara Inggris telah ditangkap karena diduga mengamuk di sebuah restoran di Kepulauan Lanzarote hingga mengakibatkan empat orang tewas dan beberapa terluka. Para tentara - yang berada di sana untuk latihan resmi itu - mengamuk ketika dua di antara mereka diminta untuk meninggalkan tempat itu setelah mencoba mencuri sebotol anggur.
Diduga ada satu perwira senior yang menyertai pesta memabukkan itu.
Saksi mata menceritakan, beberapa perempuan, anak-anak dan pensiunan ketakutan ketika para tentara itu melemparkan meja, kursi dan botol-botol di restoran steak tersebut.
Sebelumnya, keenam orang tersebut diyakini telah diusir dari sebuah rumah bordil di kawasan setempat.
Lima prajurit ditangkap di TKP pada hari itu dan segera diadili atas kasus tersebut di di pengadilan setempat. Tentara keenam pagi ini memberikan pernyataan pada hakim setelah diduga melarikan diri dan ditangkap pada Minggu malam.
Seorang juru bicara Kementrian Pertahanan membenarkan bahwa ada enam tentara Inggris telah ditangkap dan karena akan diadili di pengadilan Lanzarote.
Para tentara yang melakukan pelangaran itu diketahui dari Angkatan Darat. Mereka telah melanggar ketentuan UU Militer tahun 2006 dan akan diberi sanksi melalui proses disiplin yang sesuai.
Juru bicara kementerian pertahanan mengonfirmasi spekulasi media lokal bahwa para prajurit itu merupakan bagian dari latihan resmi dan bukan sedang berlibur. Hal ini diyakini setidaknya dengan adanya satu perwira senior yang menyertai pesta mereka.
Para korban prajurit diduga telah menulis sebuah surat terbuka kepada Perdana Menteri Gordon Brown agar mengambil tindakan terhadap mereka.
Seorang pelayan asal Jerman, Thomas Salewski (39) dirawat di rumah sakit karena cedera pada matanya. Sementara Ny Argentina Valeria (45), yang berada di restoran pada saat itu mengatakan, orang-orang ini berperilaku seperti binatang dan memperlakukan negara mereka sendiri karena mereka memakai seragam.
"Aku belum pernah melihat kekerasan semacam itu. Mereka memukul sekeras yang mereka bisa, melempar apa saja yang mereka bisa pada orang yang tidak bersalah sama sekali."
Sambil menahan air mata, ia menambahkan bila dua dari mereka datang ke restoran pertama dan pergi ke bar, di mana salah satu dari mereka mengambil botol anggur dan meletakkannya di bagian depan celananya. "Si pemilik sangat sopan meminta mereka untuk pergi, dan mereka berjalan ke pintu seolah-olah mereka pergi."
"Ketika pemilik berbalik, salah satu dari mereka memukul dia dari belakang sangat keras, dan membantingnya ke sebuah meja."


