KOMPAS
Senin, 15 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Intelijen: Dulmatin Masih Hidup di Filipina
Selasa, 9 Februari 2010 | 21:57 WIB
Rita Ayuningtyas
Monumen untuk mengenang korban tragedi Bom Bali I di Legian Kuta Bali. Anggota JI berperan dalam peledakan bom yang menewaskan 202 itu.
TERKAIT:

MANILA, KOMPAS.com - Seorang militan yang diduga merupakan otak pengeboman di Bali tahun 2002 dilaporkan masih hidup dan bersembunyi di Filipina selatan, demikian diungkapkan pejabat militer senior, hari Selasa (9/2/10).
 
"Dulmatin, pemimpin kelompok militan regional Jemaah Islamiyah, tidak tewas dalam penyergapan tahun 2008 seperti yang diyakini pihak militer selama ini," kata Mayjen Juancho Sabban, Kepala Marinir Filipina.

"Saya yakin, dari sumber-sumber saya, dia (Dulmatin) masih hidup dan tinggal di Sulu," kata Sabban kepada wartawan, merujuk rangkaian pulau di selatan, termasuk Pulau Jolo yang menjadi sarang kaum militan.
 
Sabban juga menyebutkan, militan JI lainnya, Umar Patek diyakini masih bersembunyi di Kepulauan Sulu dan dilindungi Abu Sayyaf, kelompok eksterimis setempat yang dikaitkan pihak-pihak intelijen dengan jaringan Al-Qaeda.  

Dulmatin, yang dituduh membantu rencana JI dan melaksanakan aksi pengeboman di Bali tahun 2002 dan menewaskan 202 orang, semula diyakini tewas dalam penyergapan yang dilakukan militer setempat di Filipina selatan, Januari 2008 lalu.

Namun tes DNA dari jenazah lelaki yang tewas itu tidak memberi keyakinan bahwa itu adalah jenazah Dulmatin.

Patek dan Dulmatin bersembunyi di hutan Filipina bersama kelompok Abu Sayyaf sejak tahun 2003, demikian diungkapkan pejabat intelijen Filipina.   

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menawarkan hadiah sejumlah 10 juta dollar AS bagi mereka yang memberi informasi yang dapat membantu penangkapkan Dulmatin, dan hadiah 1 juta dollar AS untuk informasi tentang Patek.  

 

Penulis: KSP   |   Editor: ksp   |   Sumber : AFP Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.