Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 20:52 WIB
Utusan Nuklir Korut Tiba di China
| bnj | Selasa, 9 Februari 2010 | 16:07 WIB
|
Share:

BEIJING, KOMPAS.com - Utusan nuklir Korea Utara Selasa (9/2/2010) tiba di China, bersama dengan seorang pejabat senior China yang bertemu dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Il, sehari sebelumnya.

Kim Kye-gwan, tampak tiba di satu bandara di Beijing bersama dengan Wang Jiarui, seorang pejabat tinggi Partai Komunis China, yang baru saja mengakhiri kunjungan tingkat tinggi selama empat hari ke Pyongyang.

Kunjungan tersebut dilakukan di tengah tuntutan internasional atas program senjata nuklir Korea Utara.

Kim mewakili Korea Utara dalam perundingan perlucutan senjata nuklir dengan imbalan bantuan enam negara, yang macet sejak Pyongyang memutuskan untuk keluar dari forum itu April lalu.

Sebulan kemudian, Korea Utara melakukan uji coba senjata nuklirnya yang kedua, serta rudal-rudal jarak jauhnya.

Perundingan enam negara melibatkan Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Rusia dan China sebagai tuan rumah.

Saat bertemu dengan utusan China, pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Il, menyatakan kembali tujuan Pyongyang untuk membersihkan semenanjung Korea dari senjata nuklir.

Wang Jiarui, yang berada di Pyongyang mengemban misi untuk memulai kembali perundingan enam negara yang bertujuan menghentikan program nuklir Korea Utara, bertemu dengan Kim Senin, dan menyampaikan pesan dari Presiden China, Hu Jintao, kata Kantor Berita China, Xinhua.

"Kim Senin menegaskan kembali sikap negaranya untuk mewujudkan perlucutan senjata nuklir di Senenanjung Korea," demikian dikatakan, ketua departemen internasional Partai Komunis China, dalam pembicaraan dengan Wang, menurut laporan itu.

"Kesungguhan pihak-pihak yang berkaitan untuk memulai kembali perundingan-perundingan enam negara sangat penting," kata Kim, yang dikutip tanpa mengindikasikan apakah Korea Utara berencana untuk kembali ke meja perundingan yang diselenggarakan China, dan lama terhenti.

Penasehat politik terkemuka Sekjen Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Ban Ki-moon, Lynn Pascoe, juga berada di Pyongyang Selasa, dalam upaya mendesak Korea Utara melanjutkan kembali perundingan perlucutan senjata, yang ditinggalkan Pyongyang akhir April, sebelun sebelum pihaknya melakukan uji coba senjata nuklirnya yang kedua.

Pemimpin Korea Utara juga mengatakan, negaranya bersedia untuk melakukan upaya-upaya dengan China untuk memperkokoh komunikasi dan koordinasi lebih lanjut, kata Xinhua.

Dalam suratnya kepada Kim, Hu mengatakan, Beijing siap bekerja dengan Korea Utara untuk memelihara perdamaian dan stabilitas di semenanjung Korea, kata Xinhua.

"Hu sekali lagi menyampaikan undangan kepada Kim untuk berkunjung ke China," katanya menambahkan.

Sumber :
Ant, Xinhuanet