BEIJING, KOMPAS.com- Pengadilan China, Selasa (9/2/2010), menjatuhkan vonis lima tahun penjara bagi Tan Zuoren, aktivis yang menginvestigasi kematian ribuan siswa akibat gempa bumi besar di China pada tahun 2008. Menurut pengacaranya, Tan dituduh mengecam otoritas negara.
Pu Zhiqiang membenarkan bahwa Tan telah dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Chengdu. Atas putusan itu, Pu menyatakan bahwa Tan akan naik banding.
Para pendukung Tan yakin bahwa pihak berwajib ingin membungkam hasil penyelidikan Tan atas ambruknya sekolah akibat gempa 7,9 skala Richter di provinsi Sichuan, Mei 2008, yang mengakibatkan kematian atau hilangnya 90.000 anak. Tan memperkirakan, setidaknya 5.600 siswa tewas.
"Menurut Tan, salah satu alasan adanya kasus ini adalah karena setelah gempa ia sedang menyelidiki sekolah-sekolah yang dibangun secara tak layak, dan hal ini bisa membuat malu pemerintah daerah Chengdu," kata Pu.
Sejumlah kritisi lainnya juga berpendapat bahwa pembangunan sekolah yang tak layak, akibat korupsi, telah menyebabkan beberapa sekolah ambruk sementara gedung-gedung lain di sekitarnya selamat. Teori rentan politik ini disangkal oleh pemerintah.
Selain dengan penyelidikannya tentang gempa, Pengadilan juga menjerat Tan dengan esainya yang menyinggung tentang insiden Tiananmen tahun 1989.


