PARIS, KOMPAS.com - Meski disorot banyak pihak, Prancis tetap melanjutkan bisnisnya alutsista-nya dengan Rusia. Kemarin, sebuah kapal perang amfibi jenis "Mistral" pertama resmi dijual ke Moskwa sebagai babak baru hubungan Eropa dengan Rusia.
Penjualan kapal modern pengangkut helikopter tersebut sempat menimbulkan tanda tanya bagi sekutu Prancis karena ini adalah penjualan pertama teknologi cangih sebuah negara anggota NATO kepada Moskwa.
Dalam jumpa pers bersama dengan mitranya dari AS Robert Gates, Menteri Pertahanan Prancis Herve Morin mengatakan, penjualan kapal "Mistral" tersebut menunjukkan bahwa Rusia saat ini telah dianggap sebagai mitra strategis dalam keamanan Eropa.
"Kami ingin membangun hubungan kepercayaan dan hubungan yang baru dengan Rusia," kata Morin.
"Kami tidak bisa di satu sisi menerima Rusia dalam membangun keamanan saat ini dan pada saat yang sama menganggap bahwa Rusia tidak berubah sejak 1991, ketika Uni Soviet runtuh,"katanya.
Selama pertemuan mereka di Paris, Morin juga membahas kesepakatan dengan Gates, yang berkomentar singkat: "Saya hanya akan mengatakan bahwa kita punya sesuatu yang baik dan bertukar pandangan tentangnya."
Menurut seorang pejabat kementerian pertahanan Prancis, pada awalnya, Rusia hanya membeli satu kapal, namun belakangan mereka ingin membeli hingga empat kapal kelas Mistral. Namun soal keputusan tentang pembelian tiga lainnya akan dilakukan pada minggu mendatang.
Harian Moskwa, Moskovski Komsomolets melaporkan pada hari Senin bahwa Presiden Rusia Dmitri Medvedev telah memutuskan untuk membeli satu Mistral dari Prancis dengan harga antara 500 - 600 juta euro.
Sekadar diketahui kapal "Mistral" merupakan kapal perang terbesar kedua dalam armada laut Prancis, memiliki bobot 21.000 ton, dengan panjang 200 meter. Kapal ini dapat membawa sejumlah helikopter, kapal pendarat, tank dan sampai 900 anggota pasukan komando.
Pada Desember silam, enam senator AS menyatakan keprihatinannya atas penjualan ini. Mereka menilai pembelian kapal tersebut akan membuat Rusia semakin agresif dan "jahat".
Para senator yang mengecam itu adalah Jon Kyl, John McCain, Sam Brownback, James Risch, Roger Wicker dan Tom Coburn.
Mantan anggota NATO, Latvia, Lithuania dan Estonia juga mengungkapkan keprihatinan.
Kepala penjualan internasional pada kementerian pertahanan Prancis, Jacques de Lajugie mengatakan, Prancis menghadapi kompetisi untuk pesanan kapal perang Rusia dari negara lain.
Tahun lalu, sebuah sumber yang dekat dengan perundingan mengatakan kepada AFP bahwa Moskwa juga terlibat pembicaraan dengan galangan kapal Damen Schelde di Belanda dan dengan pembuat kapal Spanyol, Navantia tentang rencana pembelian kapal serang amfibi.
Menteri Luar Negeri Prancis Bernard Kouchner mengatakan dia mendukung penjualan sebuah kapal perang "dengan tindakan pencegahan" ke Moskwa.


