Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 08:23 WIB
Penyebab Ledakan di Connecticut Mulai Diselidiki
Taufiq Zuhdi | tof | Selasa, 9 Februari 2010 | 00:51 WIB
|
Share:

Douglas Healey / Getty Images / AFP
Inilah lokasi pembangkit di Middletown, yang meledak Minggu (7/2/2010)

TERKAIT:

CONNECTICUT, KOMPAS.com - Sebuah tim peneliti yang dibentuk hari Senin mulai bekerja untuk mencari penyebab terjadinya ledakan besar yang menewaskan sedikitnya lima pekerja di lokasi pembangkit listrik yang belum selesai di timur laut Amerika Serikat.

Tim bekerja hingga malam untuk mencari sisa-sisa korban yang tertimbun di reruntuhan puing-puing untuk memstikan jumlah korban tewas atas insiden di dekat Kota Middletown, di negara bagian Connecticut tersebut.

Deputi pemadam kebakaran setempat, Al Santostefano kepada AFP mengatakan, pihaknya mengerahkan anjing pelacak untuk mencari korban yang masih terperangkap.

"Kami masih tidak yakin bagaimana banyak orang di sana kemarin. Ada sedikti perbedaan tentang jumlah kontraktor," katanya, seraya menyebutkan bahwa saat ini jumlah korban tewas tidak berubah, yakni lima tewas dan 12 luka-luka.

Seperti diberitakan sebelumnya, lantaran besarnya ledakan, terdapat perkiraan korban tewas yang beragam. Laporan CNN mengutip salah satu sumber menyebut korban tewas diperkirakan hingga 50 orang.

Sementara itu, di Washington, Menteri Tenaga Kerja Hilda Solis mengatakan, inspektur dari tim keselamatan dan kesehatan pemerintah telah tiba di lokasi untuk melakukan penyelidikan yang komprehensif.

"Keselamatan dan kesehatan pekerja sangatlah penting bagi saya dan Departemen Tenaga Kerja," kata Solis.

Badan Keselamatan Kimia AS akan mengirim tim yang terdiri tujuh orang untuk meneliti lokasi ledakan. Tim itu diharapkan dapat segera bekerja.

"Tim penyelidik ini akan memeriksa kegiatan yang sedang berlangsung pada saat kecelakaan ini, termasuk saat membersihkan gas, seperti ditunjukkan oleh laporan-laporan media awal," kata pemimpin penelitian, Holmstrom Don.

Seperti diwartakan, pihak berwenang setempat telah mengesampingkan bahwa faktor terorisme menjadi penyebab ledakan ini.

Ketidakpastian tentang jumlah korban terus berlanjut karena hingga kini daftar tenaga kerja yang bekerja saat itu belum didapatkan.

Seorang pejabat pemadam kebakaran di Middletown mengatakan, awalnya ia berpikir ada sekitar 50 karyawan di lokasi saat kejadian.

Wali Kota Middletown Sebastian Giuliano mengatakan, korban bisa saja antara 100 hingga 200 orang, sebagaimana jumlah mereka yang bekerjasehari-hari di tempat itu.

Sumber :
AFP