KOLOMBO, KOMPAS.com - Mantan calon presiden Sri Lanka, Gardihewa Sarath Chandralal Fonseka hari Senin ditangkap aparat karena tuduhan melakukan pelanggaran militer saat ia memimpin.
Fonseka, seorang pensiunan jenderal bintang empat yang dikalahkan oleh Mahinda Rajapakse dalam pemilu presiden 26 Januari lalu ditahan oleh pasukan yang menyerbu kantor aliansi oposisi utama yang mendukung pencalonannya.
"Mereka secara paksa mengambil Fonseka sementara dia sedang diskusi dengan tiga pemimpin oposisi senior lainnya," kata seorang juru bicara Front Pembebasan Rakyat (JVP) kepada AFP.
"Jenderal menolak akan diambil. Mereka menangkapnya dan membawanya setelah mengancam yang lain, "kata juru bicara itu.
"Ada lebih dari 100 tentara."
Kantor ini ditutup oleh pasukan bersenjata yang menghalangi wartawan dan fotografer mengambil gambar dari dalam gedung.
Harian Daily News melaporkan, Fonseka (59) ditangkap karena pelanggaran militer yang tidak jelas. Penangkapan yang dramatis itu terjadi hanya sehari setelah sebuah surat kabar swasta menyatakan Fonseka dapat dibawa sebelum dia menjawab tuduhan merencanakan kudeta untuk menggulingkan pemerintah di pengadilan militer.
Seperti diketahui, awal bulan ini, Rajapakse memecat selusin perwira militer senior kementerian pertahanan yang diduga berpotensi menjadi "ancaman langsung" terhadap keamanan nasional.
Pemerintah telah meminta nasihat hukum tentang penggunaan pengadilan militer untuk memproses Fonseka yang memimpin pasukan penumpasan pemberontak Macan Tamil bulan Mei tahun lalu.


