Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 23:30 WIB
Gila, Merampok Kantor Pos Nyaru Pakai Burka
Taufiq Zuhdi | tof | Senin, 8 Februari 2010 | 04:35 WIB
|
Share:

Daily Mail
Pemakaian burka dinilai menentang identitas bangsa di Perancis

TERKAIT:

PARIS, KOMPAS. com - Ada saja cara untuk memancing di air keruh. Kemarin, sebuah perampok bersenjata yang menyamar dengan mengenakan burka terjadi di sebuah kantor pos di Kota Paris, Prancis. Pelaku membawa uang tunai yang diperkirakan bernilai sekitar Rp 58 juta.

Kejahatan di pinggiran daerah Athis Mons itu, hanya beberapa saat setelah pemerintah Prancis mengeluarkan larangan pemakaian burka di tempat umum yang kontroversial itu.

Presiden Nicolas Sarkozy sebelumnya telah menggambarkan mengenai resiko keamanan bagi mereka yang menutup keseluruhan tubuhnya sebagai penjahat atau teroris. Sekarang mereka harus berjuang untuk melawan perampokan, yang menjadi kejahatan jenis pertama yang memakai burka sebagai cara penyamaran.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 10:30 wakti setempat. Dua orang perampok yang membawa pistol memasuki kantor pos utama gedung bank di Athis Mons, yang memiliki komunitas Muslim imigran yang besar, terutama dari Afrika Utara.

Setelah berada di dalam, mereka memerintahkan pegawai bank untuk mengambil uang tunai sekitar £ 4,000 atau setara Rp 58 juta dengan mengarahkan pistol ke arahnya. Setelah sepuluh menit mereka lari ke sebuah mobil di dekat taman dan melarikan diri.

Polisi khawatir bahwa mereka tidak akan mampu mengidentifikasi para perampok lewat kamera CCTV. "Itu penyamaran yang sempurna," kata seorang detektif. "Wajah dan tubuh mereka benar-benar tertutup."

Perampokan tidaklazim itu menyebabkan Le Parisien, koran harian utama di ibukota Perancis mempertanyakan apakah hal ini juga akan menyebabkan debat di publik bahwa karena perampokan itu, warga Muslim dilarang mengenakan jilbab di tempat umum.

Sebuah komite pemerintah telah merekomendasikan bahwa burka seharusnya tidak diperbolehkan dipakai di dalam gedung sipil dan transportasi umum, dan larangan itu harsu diikuti.

Pada Agustus lalu, di Inggris seorang perampok berpakaian yang menutup dari kepala sampai kaki, seperti burka menyerbu sebuah agen perjalanan, dan juga membawa pergi dengan ribuan uang tunai.

Ada serangan-serangan serupa di bagian lain negara, dengan satu perampok berpakaian burka yang membawa perhiasan senilai Rp 2,1 miliar di daerah Banbury, Oxfordshire.

Sumber :