Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 18:48 WIB
Washington Dilanda Badai Salju Dahsyat
| jimbon | Minggu, 7 Februari 2010 | 06:35 WIB
|
Share:

WASHINGTON, KOMPAS.com - Tiupan angin kencang dan curahan salju dahsyat mendera Washington DC dan wilayah sekitarnya, Sabtu (6/2/2010). Dua orang dilaporkan tewas dan Metropolitan Washington lumpuh.

Biro Cuaca Nasional (NWS) menempatkan kawasan Metropolitan Washington-Baltimore dalam jalur ”amat berbahaya”, sebuah peringatan bahaya yang berlaku selama 24 jam sejak kejadian tersebut hingga Minggu pukul 10 pagi waktu setempat.

Warga lokal menyebut badai itu sebagai ”Snowpocalypse” dan ”Snowmageddon”, atau badai salju dahsyat yang mengerikan. Hal seperti itu juga melanda wilayah lain, mulai dari Negara Bagian Indiana ke Pennsylvania hingga ke sebagian Negara Bagian New York dan North Carolina.

Badai itu melumpuhkan serta membahayakan perjalanan. Beberapa negara bagian juga menyatakan wilayah mereka berada dalam keadaan darurat.

Cuaca buruk itu menewaskan dua orang, ayah dan anaknya, yang kena terjang traktor besar di sebuah jalan di Virginia. Keduanya saat itu sedang menghentikan traktor untuk meminta tolong mengangkut para pengendara sepeda motor yang terjebak cuaca buruk.

Peramal cuaca mengatakan, kawasan Washington DC akan menjadi wilayah yang paling parah diterjang badai dahsyat. Mereka mengatakan, bepergian di kawasan itu dalam suasana badai bisa mencabut nyawa mereka.

NWS memperkirakan, salju setebal 76 sentimeter atau sekitar 30 inci tertumpuk di seantero kota Washington, sebuah rekor salju paling buruk dalam 88 tahun terakhir.

Terparah

Badai salju terparah sebelumnya menimpa Washington pada 1922 yang melumpuhkan kota dengan tumpukan salju setebal 28 inci. Pada saat itu tidak kurang dari 100 orang tewas.

Presiden Barack Obama, yang tinggal di daerah salju Chicago selama bertahun-tahun, pernah menyindir warga Washington, tahun lalu, yang tidak sanggup membersihkan tutupan beberapa inci salju dan es di jalanan. Namun, dampak badai salju kali ini membuatnya terperangah.

Semua penerbangan yang telah dijadwalkan untuk terbang hari Sabtu di Reagan National Airport dibatalkan. Sebagian besar pesawat terpaksa didaratkan di Dulles International dan Baltimore-Washington International Airport. Seluruh jaringan transportasi darat, baik bus, maupun kereta api bawah tanah juga tak beroperasi, termasuk Metro.

Wakil Manajer Umum Metro Dave Kubicek mengatakan, pihaknya terpaksa menutup 40 stasiun Metro bawah tanah. Pihaknya khawatir, ketika Metro tiba di jalur yang tertutup salju, kemungkinan besar tidak bisa bergerak sekalipun jalur bawah tanahnya aman.

Di pinggiran Washington, warga juga tidak bisa bepergian karena seluruh jaringan transportasi lumpuh. Aliran listrik bagi 28.000 rumah Maryland putus total. (AFP/AP/CAL/MON)

Sumber :
Kompas Cetak