Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 23:24 WIB
KEUANGAN NEGARA
Portugal Hadapi Masalah Utang Besar
| Sabtu, 6 Februari 2010 | 03:33 WIB
|
Share:

LISABON, Jumat - Pemerintah sosialis berhaluan tengah kiri Portugal menghadapi masalah berupa utang besar. Hal itu membuat pasar Eropa terguncang.

Pemerintah mencoba meyakinkan pasar bahwa negara akan berpegang pada anggaran negara yang dipresentasikan pada bulan lalu.

Dalam anggaran tersebut, ada komitmen untuk menurunkan anggaran defisit negara hingga 3 persen produksi domestik bruto (PDB) pada 2013, mengikuti batasan di zona Eropa.

Hal itu dilakukan dengan menghemat pengeluaran negara. Defisit Portugal diperkirakan sebesar 9,3 persen dari PDB.

Namun, pemerintah minoritas menghadapi tantangan oposisi, Jumat (5/2), mengenai rencana penghematan. Situasi tersebut merupakan ujian bagi komitmen Eropa untuk mengatasi defisit anggaran yang membengkak.

Para investor khawatir Portugal—negara paling miskin di Eropa Barat—akan mengikuti jejak Yunani yang terjebak krisis finansial dan telah melemahkan kurs euro. Portugal dan Yunani menggunakan mata uang euro.

Partai oposisi bersatu dan kompak mendukung sebuah proposal yang memungkinkan Portugal terjebak utang. Rencana tersebut akan membuat jebol lagi anggaran pemerintah sebesar 400 miliar euro dalam empat tahun mendatang.

Partai oposisi memiliki cukup suara untuk mendesak proposal itu dalam sidang parlemen, Jumat.

Menteri Keuangan Fernando Teixeira dos Santos mengatakan, proposal itu justru akan memiliki konsekuensi besar bagi keuangan negara. Dia mendesak oposisi bersikap realistis.

”Kita tidak dapat mengirimkan sinyal buruk jika proposal dipaksakan. Dalam kehidupan, kadang ada garis yang tidak dapat dilewati. Ini adalah salah satunya,” ujar Teixeira dos Santos.

Perdana Menteri Jose Socrates dan Manuela Ferreira Leite, pemimpin oposisi utama Partai Sosial Demokratik, bertemu empat mata pada Kamis malam untuk bernegosiasi. Mereka tidak mengungkapkan hasil pembicaraan tersebut.

Pengaruhi pasar

Keadaan di Portugal tersebut memengaruhi euro dan pasar saham serta obligasi. Para investor memilih memindahkan dana mereka ke aset yang lebih aman.

Indeks di bursa London, Jerman dan Perancis melemah karena isu itu. Indeks di Portugal melemah hingga 5 persen dan tetangganya, Spanyol. Kurs euro melemah hingga 1,37 per dollar AS untuk pertama kalinya sejak Mei tahun lalu.

Kelesuan di pasar saham itu juga ditambah dengan keputusan dari Bank Sentral Eropa yang menjaga tingkat suku bunganya tetap rendah.

”Tindakan menghindari risiko disertai kekhawatiran mengenai kesehatan keuangan Eropa membuat pasar indeks saham melemah,” demikian catatan dari NAB Capital kepada para nasabahnya. (AP/AFP/joe)