Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 23:23 WIB
OPEC Perkirakan Harga Minyak Naik 3,1 Persen
Evy Rachmawati | Edj | Jumat, 5 Februari 2010 | 17:38 WIB
|
Share:

KOMPAS/ALIF ICHWAN

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Harga Minyak Indonesia menyatakan, laporan bulanan OPEC memperkirakan pertumbuhan perekonomian global untuk tahun 2010 akan mengalami peningkatan 3,1 persen. Membaiknya kondisi perekonomian global ini dapat memperkuat harga minyak mentah bulan Februari.

Demikian siaran pers Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jumat (5/2/2010), di Jakarta.

Harga minyak bulan ini juga diperkuat oleh eskalasi suhu politik di Nigeria yang dapat mengganggu kesepakatan gencatan senjata antara pemerintah dengan gerilyawan MEND, sehingga berdampak negatif terhadap kelancaran suplai minyak mentah.

Selain itu, pencalonan kembali Ben Bernarke sebagai Gubernur Bank Sentral AS, mengakibatkan berkurangnya ketidakpas tian pasar saham dan valas dalam hubungannya dengan pemulihan perekonomian AS.

Sementara faktor yang dapat memperlemah harga minyak adalah usulan Presiden AS untuk membatasi aktivitas sektor perbankan dalam pasar minyak mentah berjangka (oil futures) dan kebijakan uang ketat pemerintah China , antara lain melalui peningkatan suku bunga berpotensi memperlambat laju pertumbuhan ekonomi.

Sejauh ini tingkat kepatuhan anggota OPEC terhadap kesepakatan pengurangan produksi minyak mentah menjadi 58 persen dari sebelumnya 60 persen terus menurun . Ini terlihat dari peningkatan produksi 24,845 juta barrel per hari. Menguatnya nilai tukar dollar AS terhadap euro dan beberapa mata uang utama lainnya, dapat memperlemah harga minyak Februari.