Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 17:00 WIB
Toyota Modifikasi Rem
| Jumat, 5 Februari 2010 | 05:11 WIB
|
Share:

TOKYO, Kamis - Toyota mengakui ada masalah rancangan dengan sistem rem pada mobil hibrida Prius. Hal tersebut merupakan babak terbaru dari masalah yang belakangan ini melilit produsen mobil nomor satu dunia itu.

Manajemen mengatakan, mereka telah merancang ulang sistem rem (anti-lock braking system/ABS) yang dirancang guna mencegah mobil tergelincir untuk Prius generasi ketiga.

Prius terbaru itu diluncurkan bulan lalu. Prius merupakan produk andalan Toyota untuk mobil jenis hibrida.

Toyota segera mengumumkan langkah penanganan selanjutnya bagi mobil-mobil yang sudah berada di tangan konsumen. ”Perubahan rancangan pada ABS diimplementasikan Januari lalu,” ujar Hiroyuki Yokohama, manajer yang bertugas mengawasi kontrol kualitas.

”Sebagai produsen, kami hendak menangani dan segera mengambil langkah untuk menjelaskan kepada para konsumen. Kami mempelajari masalah itu lebih rinci lagi dan akan membuat pengumuman segera,” kata Yokohama.

”Rem Prius memang pelan, tetapi jika Anda terus menekan, mobil akan berhenti,” tambahnya. Dia berbicara dalam jumpa pers yang digelar setelah perusahaan itu mengumumkan kinerja keuangannya.

Otoritas AS menyatakan, ada 100 keluhan mengenai rem Prius. Pihak Toyota menyatakan telah menerima 77 aduan di Jepang. ”Sejak Desember, jumlah keluhan meningkat karena jalan yang licin,” tutur Yokohama.

Masalah pedal rem merupakan lanjutan dari masalah pada pedal gas yang juga ditemukan di sejumlah mobil buatan Toyota.

Yaris terpengaruh

Toyota Inggris juga akan segera mengontak 180.865 pemilik mobil buatan Toyota khusus di Inggris. Hal ini juga terkait masalah pada pedal gas yang ditemukan pada mobil hingga buatan lama, tahun 2005.

Scott Brownlee, jubir Toyota Inggris, kepada televisi Sky News mengatakan, perusahaan sedih karena pelanggan kecewa. Ada delapan model mobil yang terpengaruh di Inggris terkait pedal gas, yakni iQ, Aygo, Yaris, Auris, Corolla, Avensis, dan Verso. ”Kami akan berbuat apa pun untuk mengatasi masalah,” ujar Brownlee.

Di Washington, AS, Rabu (3/2), Menteri Transportasi AS Ray LaHood kepada pemilik mobil Toyota mengatakan, berhentilah mengemudikan mobil yang ditarik dan pastikan masalah yang ada teratasi lebih dulu.

Peringatan LaHood dinyatakan saat memberi keterangan di Subkomite Komisi Transportasi DPR AS. LaHood mengatakan nasihatnya kepada pemilik mobil, ”Berhentilah mengemudikannya. Bawalah mobil itu ke dealer Toyota karena mereka yakin akan bisa memperbaikinya.”

Di Tokyo, Toyota tetap meningkatkan target laba bersih sebesar 80 miliar yen pada akhir tahun fiskal, Maret mendatang.

Namun, analis memperingatkan, ”Jika konsumen kehilangan kepercayaan pada mobil hibrida akan ada dampak besar pada penjualan Toyota,” ujar analis dari Tokai Tokyo Securities, Mamoru Kato. (AP/AFP/joe)