Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 22:51 WIB
Diduga Terlibat Jual Beli Anak, 9 Warga AS Ditangkap
Taufiq Zuhdi | tof | Senin, 1 Februari 2010 | 01:02 WIB
|
Share:

PORT AU PRINCE, KOMPAS.com -  Diduga terlibat dalam perdagangan anak korban bencana gempa bumi di Haiti, sembilan warga Amerika dicokok polisi. Kesembilan orang itu diduga mencoba meninggalkan negara itu dengan membawa 33 anak-anak Haiti.

Menteri Komunikasi dan Kebudayaan Haiti, Jocelyn Marie Lassegue Laurence mengatakan, polisi menangkap sembilan orang ketika mereka mencoba memasuki Republik Dominika dengan bus penuh anak-anak.

"Polisi di perbatasan melihat sebuah bus dengan banyak anak-anak. Tiga puluh tiga anak. Ketika ditanya mengenai dokumen tentang anak-anak itu, mereka tidak bisa menunjukkan," tutur Lassegue kepada wartawan di Port Au Prince.

"Mereka akan diadili. Ada sembilan orang dan mereka adalah orang Amerika," katanya.

Sebelumnya Menteri Urusan Sosial Haiti, Christallin Yves mengatakan polisi telah menangkap lima pria dan lima wanita dengan paspor AS dalam kasus kelompok gereja yang berpusat di Indaho.

"Ini penculikan, bukan adopsi," katanya merujuk keterlibatan anggota sebuah badan amal Amerika "New Life Children's Refuge".

Christallin mengatakan anak-anak itu berusia sekitar dua bulan sampai 12 tahun. Mereka diperkirakan akan dibawa melalui Republik Dominika pada 22 Januari lalu.

Pemerintah Haiti telah memperketat pembatasan perjalanan bagi anak-anak di negeri ini. "Apa yang penting bagi kami di Haiti bahwa seorang anak perlu memiliki otorisasi dari pelayanan untuk meninggalkan negara," kata Christallin.

CNN melaporkan pemimpin kelompok yang diidentifikasi sebagai Laura Silsby, mengatakan tujuan kelompok-kelompok itu sepenuhnya altruistis.
"Kami datang ke Haiti untuk membantu mereka yang benar-benar tidak punya bantuan" katanya.

Ia menambahkan bahwa ada kesalahpahaman atas dokumentasi. "Kami percaya kebenaran akan terungkap, dan kami berdoa untuk itu."

Seorang pria yang diidentifikasi sebagai ayah dari salah satu warga AS yang ditahan itu mengatakan kepada CNN, bahwa putrinya dan rekan-rekan anggota gereja hanya bertujuan bantuan dan pertolongan untuk anak-anak yatim yang membutuhkan bantuan.

"Mereka ingin membawa keluar anak-anak yang tidak memiliki rumah atau orangtua, yang tidak mempunyai pengharapan. Ini merupakan upaya untuk memberi mereka harapan," kata pria itu kepada CNN di Idaho.

Sumber :
AFP