SYDNEY, KOMPAS.com — Australia belum menerima permintaan suaka dari Sarath Fonseka, calon presiden Sri Lanka yang kalah dalam pemilihan presiden, Selasa lalu.
Menteri Luar Negeri Australia Stephen Smith mengatakan hal itu, Kamis (28/1/2010), ketika dia mengimbau Pemerintah Sri Lanka untuk menjamin keselamatan jenderal pensiunan itu. Media Australia melaporkan, Fonseka sedang mempertimbangkan permintaan suaka sementara kepada Australia setelah kekalahannya dalam pemungutan suara pada pemilihan presiden. Mantan panglima militer itu mengatakan, kemenangan yang curang telah diraih Presiden Mahinda Rajapakse.
Namun, Smith, saat berbicara kepada para wartawan di London, mengatakan, Kedutaan Besar Australia di Kolombo belum menerima suatu permintaan dari Fonseka. "Penjelasan saya adalah tidak ada pendekatan semacam itu telah dilakukan sebab itu kami belum menerima pendekatan demikian dari Jenderal Fonseka," kata Smith, menurut kantor berita Australian Associated Press (AAP).
"Saya rasa, itu sangat penting bahwa Jenderal Fonseka melakukan dua hal, yaitu dia melakukan tindakan itu dengan bebas dan dia mengajukannya demi keamanan, keamanan pribadi dalam situasi dia berada."
Fonseka, Kamis, mengatakan akan minta kepada Mahkamah Agung untuk membatalkan hasil pemilihan pekan ini yang dituduhnya penuh penyelewengan dan bahwa dia khawatir ditahan. Dia mengatakan, tim keamanannya yang terdiri dari 80 prajurit telah ditarik dan digantikan oleh empat petugas kepolisian berpakaian sederhana, mencabut pengamanan yang diperlukan untuk menjaga terhadap kemungkinan serangan dari sisa-sisa pemberontak Macan Tamil.
Mantan jenderal bintang empat yang bersama dengan Rajapakse menumpas pemberontak separatis tahun lalu itu, Rabu, mengatakan, dia tidak berniat meninggalkan Sri Lanka, tetapi mengaku bahwa kemungkinan itu adalah pilihan terbaik.
Surat kabar Australia menyebutkan, Fonseka telah berbicara kepada Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Inggris di Sri Lanka serta berencana mengontak Komisi Tinggi Australia. Smith tidak memberikan komentar mengenai apakah Australia akan membantu Fonseka. "Tentang masalah suaka dan perlindungi pengungsi, jika dia bermaksud seperti itu, saya tidak berkomentar atau berpendapat secara hipotetis," ujarnya.
Fonseka memiliki status sebagai penduduk tetap AS. Namun, pada November lalu dia membatalkan kunjungan ke AS untuk menghindari pemeriksaan yang dilakukan Departemen Keamanan Dalam Negeri berkaitan dengan tuduhan kejahatan perangnya terhadap warga sipil Tamil.
Fonseka sebelumnya sepakat untuk diperiksa, tetapi Pemerintah Sri Lanka mengatakan, pihaknya khawatir dia akan diminta memberikan bukti-bukti terhadap Menteri Pertahanan Gotabhaya Rajapakse, adik bungsu Presiden.

