URUMQI, KOMPAS.com - Badai salju terburuk dalam beberapa dekade melanda Wilayah Otonomi Uygur, Xingjiang, China Baratdaya, menewaskan 13 orang pada Senin (25/1/2010), menurut badan tanggap darurat regional.
Badan tanggap darurat itu dalam satu laporan tertulis mengatakan mengatakan badai salju dan suhu beku menghantam bagian utara Xinjiang, terutama di Altay dan Tacheng, menyebabkan 1.168 warga menderita sakit atau cedera.
Sembilan orang tewas di Altay, termasuk satu orang meninggal akibat kedinginan dan delapan orang terkubur salju longsor, dan di Prefektur Otonomi Ili Kazak tercatat empat orang meninggal akibat salju longsor pada Senin pukul 10.00 waktu setempat, kata laporan itu.
Sekitar 1,42 juta orang terkena dampak cuaca dingin, dan 161.556 orang diantaranya telah dievakuasi.
Badai salju itu juga merusak 7.125 gedung penduduk, menghancurkan 21.856 rumah, 8.911 kandang hewan dan ladang sayuran dan mematikan 101.000 ekor hewan ternak.
Bencana salju itu juga mengancam kematian 3,71 juta ekor hewan yang siap dikonsumsi.
Cuaca buruk juga mengakibatkan kekurangan persediaan 5.800 ton beras, dan 22.000 ton bahan bakar di Altay. Begitu pula di Tacheng tercatat kekuarang pasokan 3.100 ton beras dan 8.570 ton bahan bakar.
Wilayah Otonomi Ili Kazak juga kekurangan pasokan 3.365 ton beras dan 19.914 ton bahan bakar.
Disebutkan, pemerintah menyediakan subsidi dan menawarkan pinjaman lunak bagi para peternak dan akan terus memberi bantuan hingga musim semi tiba.

