Kiev, Minggu
Calon terkuat menurut sejumlah jajak pendapat, tokoh pro- Rusia, Viktor Yanukovich, memberikan suaranya di Kiev.
Dengan penuh keyakinan, dia menyatakan bahwa rakyat Ukraina menginginkan perubahan dan sebuah panggung baru dalam sejarah negerinya akan dimulai secepatnya.
Dalam tiga jam pertama sejak tempat pemungutan suara (TPS) dibuka pada pukul 06.00 waktu setempat, menurut Komisi Pemilu Ukraina, jumlah warga yang memberikan suaranya baru mencapai 15 persen. Namun, TPS- TPS akan dibuka hingga pukul 18.00.
Jika hasil pemilu tahap pertama itu mengharuskan diselenggarakannya pemilu tahap kedua, karena tidak adanya calon yang mendapatkan dukungan lebih dari 50 persen, pemilu tahap kedua direncanakan diselenggarakan pada 7 Februari.
Jajak pendapat menyimpulkan, Yanukovich akan unggul 10-15 persen dari pesaing terdekatnya, yaitu Perdana Menteri karismatik, Yulia Tymoshenko. Namun, dengan jumlah calon yang mencapai 18 orang, kemungkinan besar pemilu tahap kedua harus diselenggarakan.
Pemilu Ukraina itu akan menjadi pukulan besar bagi negara- negara Barat karena calon pro- Barat, Viktor Yushchenko, diperkirakan akan kalah telak.
Banyak warga Ukraina kecewa dengan Revolusi Oranye yang digalang Yushchenko.
”Saya memilih Yanukovich. Saya muak dengan para pemimpin Oranye. Saya ingin stabilitas. Selama lima tahun terakhir penuh dengan kegilaan,” kata Volodymyr Efremenko (54), seorang buruh yang memberikan suaranya di sebuah sekolah di Kiev.
Tymoshenko dipandang cukup mendukung integrasi Ukraina dengan Uni Eropa ketimbang Yanukovich, tetapi dia juga menjaga hubungan dekat dengan pemimpin kuat Rusia, Vladimir Putin. ”Hari ini bukan hanya pemilihan seorang calon, tetapi adalah waktunya Ukraina menentukan masa depannya untuk dekade mendatang,” kata Tymoshenko yang memberikan suara di kotanya, Dnipropetrovsk.

Severity: Notice
Message: Undefined variable: output
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 748

