Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 22:30 WIB
Yanukovich Dijagokan, Yushchenko Gagal
| Sabtu, 16 Januari 2010 | 03:30 WIB
|
Share:

kiev, jumat - Para calon presiden Ukraina, Jumat (15/1), melakukan upaya terakhir untuk mendapatkan dukungan rakyat pada akhir masa kampanye pemilihan presiden negara itu. Para pengamat memperkirakan akan ada pergeseran besar di negara itu, yaitu dari orientasi ke Barat menjadi orientasi ke Rusia.

Sejumlah jajak pendapat menjagokan tokoh pro-Rusia, Viktor Yanukovich, yang banyak didukung rakyat. Sementara itu, Presiden Viktor Yushchenko—yang tampil sebagai Presiden menyusul revolusi Oranye yang dipimpinnya pada 2004—dinilai telah gagal mewujudkan apa-apa yang dijanjikannya dalam revolusi itu.

Calon lain pada pemilihan presiden Ukraina adalah Yulia Tymoshenko, yang telah dua kali menjabat perdana menteri, dan pengusaha Sergiy Tigipko yang pertambahan pendukungnya semakin meyakinkan dalam minggu-minggu terakhir.

Sejumlah pengamat memperkirakan, tidak satu calon pun akan memenangi suara lebih dari 50 persen sehingga harus dilakukan pemungutan suara putaran kedua. Pada putaran kedua itu, Yanukovich kemungkinan besar akan bertarung melawan Tymoshenko.

”Saya rasa intrik belum akan berakhir,” kata Volodymyr Fesenko, Direktur Pusat Studi Politik Penta, di Kiev.

Dia menambahkan, memang akan lebih sulit bagi Tymoshenko untuk bisa menang di putaran kedua. Meski demikian, dia masih berpeluang menang jika berhasil memobilisasi para pemilih pascarevolusi Oranye

Pada kampanye terakhirnya, Yanukovich akan menggelar gala konser di pusat kota Kiev, dengan menampilkan bintang-bintang penyanyi ternama Ukraina, yaitu Taisia Povaliy dan Svetlana Loboda.

Sementara itu, Tymoshenko berusaha keras untuk memastikan tempat kedua dan tidak tersalip oleh Tigipko, dengan menyampaikan kampanye besar-besaran di Kiev.

Selain itu, Yushchenko banyak dikritik karena terlalu mengangkat isu-isu lama ketimbang iktikad untuk mereformasi keadaan. (AFP/Reuters/OKI)