BAGHDAD, KOMPAS.com - Pasukan keamanan Irak hari Selasa menggagalkan serangkaian rencana pemboman dengan mobil di Baghdad. Ini setelah pasukan setempat menggelar operasi keamanan besar-besaran dan menyita bahan peledak dalam jumlah besar.
Juru bicara komando militer Baghdad, Mayor Jenderal Qassim Atta menjelaskan, dalam operasi gabungan yang dilaukan polisi dan tentara itu, mereka menangkap 25 teroris dan mengamankan sekitar 200 kilogram bahan C4 eksplosif, jumlah yang sama dengan TNT, dan 250 kilogram amonium nitrat.
"Kami mendapat informasi bahwa kelompok teroris hendak meledakkan bom mobil di Baghdad pada hari Selasa pagi," kata Atta.
"Langkah-langkah keamanan diberlakukan untuk melindungi warga sipil. Kami memeriksa dan mengambil langkah untuk mobil yang kami curigai," tambahnya.
Selama Agustus, Oktober dan Desember, hampir 400 orang tewas dan ribuan orang luka-luka akibat bom mobil. Sejumlah pihak menuduh ini terjdi karena ketidakmampuan aparat keamanan.
Juru bicara pemerintah Ali Al Dabbagh mengatakan, bom mobil itu dimaksudkan untuk menyerang bangunan milik pemerintah.
Dalam setahun terakhir, kelompok militan memang terus mengincar bangunan milik pemerintah sebagai sasaran empuk. Ini juga dilakukan menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan 7 Maret mendatang.

