Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 22:24 WIB
Pemberontak Filipina Bentrok, Lima Tewas
Egidius Patnistik | aegi | Jumat, 8 Januari 2010 | 16:23 WIB
|
Share:

AP PHOTO/PAT ROQUE
Sejumlah tentara Pemerintah Filipina berlari di samping personel berkendaraan lapis baja guna membantu rekan mereka yang dikejar-kejar kelompok bersenjata tak dikenal di Ampatuan, Provinsi Maguindanao, Filipina selatan, Senin (7/12). Pihak kejaksaan Filipina sedang menyiapkan tuduhan tambahan terhadap klan pembangkang di Filipina selatan yang dituduh berada di balik aksi pembantaian sekitar 57 orang belum lama ini.

TERKAIT:

MANILA, KOMPAS.com - Pertempuran sengit pecah antara pemberontak Muslim dengan kelompok bersenjata yang diyakini terlibat dalam pembantaian 57 orang di Filipina selatan November lalu.

Mayor Jenderal Anthony Alcantara, komandan tentara Filipina di wilayah itu, Jumat, kepada Kantor Berita Reuters,  mengatakan, bayang-bayang anarki menghantaui Filipina selatan. Ia menambahkan, tentara segera bergegas ke daerah rawa di Provinsi Maguindanao untuk mencegah konlik dan kekacauan meluas di daerah kaya sumber alam di selatan Minadanao tersebut.

Lima orang dilaporkan tewas dan sejumlah orang lain terluka dalam sebuah pertempuran yang berlangsung selama empat jam, Kamis malam, antara para pemberontak Muslim dengan sisa-sisa milisi yang kontrol klan Ampatuan, tersangka dalam kasus pembantaian 57 orang pada 23 November tahun lalu. "Kami sedang bekerja erat dengan panel gencatan senjata Front Pembebasan Islam Moro (MILF) untuk mengakhiri kekerasan di daerah itu," kata Alcantara. Ia menyatakan, konflik baru itu mungkin saja mempengaruhi pembicaraan damai yang sedang berlangsung dengan kelompok pemberontak Muslim terbesar negara itu.

"Kami tidak dapat membiarkan anarki dan kekacauan merajalela di sebagian negara ini," katanya. Ia mengatakan, para pemberontak dan kelompok bersenjata sedang mencoba mengusai provinsi itu setelah kejatuhan klan Ampatuan yang terkait dengan kasus pembantaian yang disorot dunia internasional.

Enam anggota klan Ampatuan baru-baru ini ditahan atas tuduhan pemberontakan hingga pembunuhan. Eid Kabalu, seorang jurubicara pemberontak kepada Reuters melalui telepon mengatakan, ratusan penduduk telah pergi dari kota Datu Saudi Ampatuan setelah lusinan rumah dibakar dalam pertempuran Kamis malam.

Sumber :
REUTERS