BAGHDAD, KOMPAS.com - Pemerintah Irak ancang-ancang akan kembali menyeret Blackwater membawa ke pengadilan. Ini setelah pengadilan federal AS memutuskan mencabut semua dakwaan atas lima penjaga perusahaan tersebut yang diduga telah menembak mati 14 warga sipil Irak pada 2007.
"Pemerintah Irak mulai mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk membawa Blackwater ke pengadilan atas pembunuhan 17 warga Irak," juru bicara pemerintah Irak, Ali al Dabbagh, Jumat.
Dia tidak merinci tentang langkah-langkah spesifik apa yang sedang diambil. Namun, dia sebelumnya mengatakan bahwa hasil penyelidikan Irak telah menunjukkan bahwa lima penjaga itu bertanggung jawab atas kematian warga sipil.
Menteri Hak Asasi Manusia, Wejdan Mikhail kepada AFP mengaku sangat terkejut dengan keputusan AS menolak tuntutan pidana terhadap lima."Ada begitu banyak hal yang dilakukan untuk mengadili orang-orang ini. Aku tidak mengerti mengapa hakim mengambil keputusan ini," katanya.
Hakim federal AS, Ricardo Urbina menepis tuduhan terhadap lima penjaga Blackwater dan menyatakan jaksa telah melanggar hak-hak mereka dengan menggunakan pernyataan-pernyataan memberatkan mereka selama penyelidikan Departemen Luar Negeri.
Kasus Blackwater adalah satu di antara beberapa kasus paling sensasional di mana karyawan Blackwater ditahan karena dianggap bertanggung jawab atas apa yang dilihat sebagai kurangnya akuntabilitas mereka dalam melaksanakan tugas-tugasnya di Irak.
Para penjaga itu dituduh telah menewaskan 14 warga sipil Irak dan melukai 18 lainnya saat serangan tak beralasan di Baghdad dengan senapan dan granat. Tapi otoritas Irak mengatakan ada 17 orang tewas.
"Salah satu dari mereka mengatakan apa yang terjadi di Nisur Square, bagaimana bisa mereka membunuh rakyat Irak tak berdosa yang baru saja di mobil mereka tanpa senjata. Saya sangat terkejut dan saya menunggu Kedutaan Besar AS untuk menjelaskan keputusan hakim, "kata Mikhail.
"Apa yang terjadi adalah sangat buruk, karena begitu banyak rakyat Irak tak berdosa - muda, mahasiswa - ditembak oleh seseorang yang senang orang-orang bersenjata menembak."
Mikhail mengatakan akan melakukan pertemuan dengan para pejabat kedutaan besar AS di Baghdad. Namun kedutaan tidak segera mengonfirmasi apakah pertemuan akan segera dilakukan dan dengan siapa akan dilakukan.
Bila pemerintah menolak sikap pengadilan federal AS, Chief Executive Blackwater Yorio Yusuf mendukung keputusan hakim untuk menolak dakwaan itu. "Sejak awal, Xe telah berdiri di belakang ratusan orang-orang yang menempatkan diri mereka untuk melindungi diplomat Amerika yang bekerja di Baghdad dan lainnya zona tempur di Irak. "
Berkantor pusat di North Carolina, Blackwater adalah salah satu perusahaan keamanan terbesar yang beroperasi di Irak dengan sekitar 1.000 staf, dan telah digunakan untuk melindungi personel pemerintah AS sejak invasi tahun 2003.

