KABUL, KOMPAS.com - Kelompok Taliban menyatakan berada di belakang pemboman yang menewaskan tujuh perwira CIA dan lima orang asal Kanada dalam sebuah serangan paling mematikan, Rabu. Ketujuh perwira CIA itu tewas dan enam lainnya luka-luka dalam serangan bunuh diri di sebuah pangkalan AS di Afganistan timur.
Lima orang Kanada itu adalah empat tentara dan seorang wanita jurnalis. Mereka tewas dalam serangan militan terpisah, Selasa. Pekan ini dua wartawan Prancis juga telah diculik oleh militan Taliban di Afganistan timur.
CIA mengeluarkan konfirmasi itu setelah laporan media mengatakan sebanyak delapan karyawan CIA tewas dalam serangan Rabu, di mana seorang pembom Taliban berhasil menembus pertahanan pangkalan di provinsi Khost, meledakkan sabuk berbahan peledak di dalam sebuah ruangan digambarkan sebagai pusat kebugaran.
Presiden AS Barack Obama telah mengirim surat kepada karyawan CIA, menyatakan belasungkawa untuk rekan-rekan mereka yang meninggal. "Para pria dan wanita yang memberikan hidup mereka di Afganistan, melakukan tugas mereka dengan keberanian, kehormatan dan keunggulan, dan kita harus memperoleh kekuatan dari contoh pengorbanan mereka," kata Obama.
Mengaku sebagai juru bicara Taliban, Zabiullah Mujahid melalui telepon dari lokasi yang tidak diungkapkan mengatakan, Taliban mengambil tanggung jawab atas serangan itu. "Kemarin malam di sebuah pangkalan di dekat bandara lama di kota Khost, seorang pembom bunuh diri dengan nama Samiullah melakukan serangan bunuh diri meledakkan rompinya dan menewaskan 16 orang Amerika, "kata Mujahid.
Taliban secara rutin membesar-besarkan dampak operasi mereka. Presiden Afganistan, Hamid Karzai sangat mengutuk serangan teroris yang menewaskan sipil asing dan personel militer di propinsi Khost dan Kandahar.

