RAMADI, KOMPAS.com - Dua buah bom bunuh diri mencabik-cabik sebuah pusat kota di Irak barat, Rabu, dan menewaskan sedikitnya 10 orang, termasuk seorang gubernur, serta melukai 40 orang lainnya.
Polisi mengatakan, serangan itu terjadi secara beruntun di pusat kota Ramadi, sekitar 100 kilometer di sebelah barat Baghdad. Banyak korban luka merupakan anggota pasukan keamanan Irak.
Menurut televisi negara, Qassim Mohammed, gubernur Provinsi Anbar, yang merupakan basis minoritas kaum Arab Suni, ikut terbunuh bersama seorang pejabat lain dan seorang wakil komandan polisi. Kolonel Polisi, Jabbar Ajaj, mengatakan, ledakan pertama diledakan seorang pembom bunuh diri yang menggunakan kendaraan. Tidak lama berselang, bom kedua meledak dan diledakan seorang pembom bunuh diri yang berjalan kaki.
Sebuah sumber di rumah sakit Ramadi mengatakan, setelah serangan bom pertama di dekat kantor gubernur, Qassim Mohammed keluar dari kantornya untuk meninjau kerusakan. Saat itulah serangan yang kedua terjadi.
Anbar, jatung pemberontak Islam Suni Irak setelah pasukan AS menurunkan Sadam Hussein, menjadi relatif aman setelah pemimpin suku-suku lokal mulai mendukung pasukan keamanan memerangi Al Qaeda tahun 2006. Namun rangkain serangan yang terjadi akhir-akhir ini menimbulkan kecemasan bahwa kekerasan akan meningkat menjelang pemilu Irak pada Maret tahun depan.


