Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 11:36 WIB
Bentrokan di Nigeria, 38 Orang Tewas
| aegi | Rabu, 30 Desember 2009 | 11:24 WIB
|
Share:

NIGERIA, KOMPAS.com — Bentrok antara kelompok militan Islam dan pasukan keamanan di Nigeria utara, Senin lalu, menewaskan setidaknya 38 orang. Petugas polisi mengatakan, anggota kelompok itu, yang bersenjatakan tombak, pisau, panah, dan senapan, menyerang daerah permukiman dan membakar rumah-rumah.

Mohammed Barau, juru bicara polisi untuk Negara Bagian Bauchi, Selasa (29/12/2009), mengatakan, anggota kelompok militan Kata Kalo, Senin dini hari, saling serang di antara mereka sendiri setelah saling tuduh atas jatuh sakitnya pemimpin mereka. Pernyataan ini untuk mengoreksi pernyataan resmi sebelumnya yang menyatakan bahwa kerusuhan ditimbulkan karena ditahannya pemimpin kelompok itu.

Menurut Barau, perkelahian menyebar ke jalanan daerah miskin dekat kota Bauchi dan pihak militer berusaha menghentikan kekerasan. Para petugas mengatakan, para anggota kelompok itu bersenjatakan tombak dan panah. "Serangan ganas dari kelompok militan itu memukul mundur unit militer," kata Barau. Setidaknya seorang tentara dan seorang petugas keamanan negara terbunuh saat awal bentrok pada Senin pagi dan dua warga yang kebetulan lewat.

Barau mengatakan, unit-unit militer dan polisi kemudian kembali ke daerah itu, tapi sebelum tiba, "Mereka sudah saling bunuh." Pembunuhan di luar jalur hukum sudah lazim terjadi di Nigeria, dan laporan dari Amnesti Internasional pada November 2009 menyatakan bahwa polisi Nigeria membunuh ratusan tiap tahun.

Para petugas mengatakan, mereka menahan 20 orang setelah kerusuhan, juga menyita dua senapan Kalashnikov, bahan pembuat bom, 73 pisau, bubuk mesiu, dan amunisi.

Barau menyatakan, daerah insiden itu sudah terkendali hari Selasa. "Situasi sudah normal. Semua orang sudah kembali beraktivitas seperti biasa," katanya.

Nigeria, yang berpenduduk 150 juta jiwa, hampir terpecahkan antara umat Muslim di utara dan Kristen di selatan. Kekerasan akibat agama yang kadang terjadi lebih disebabkan persengketaan lokal atau karena politik daripada akibat pengaruh luar.

Juli lalu, kerusuhan di Bauchi yang disebabkan kelompok Islam lainnya yang menyerang markas polisi memicu gelombang kekerasan di bagian utara Nigeria yang memakan 700 korban nyawa. (C17-09)

Sumber :
AP