HONOLULU,KOMPAS.com - Amerika Serikat menentang pembangunan pemukiman baru untuk warga Yahudi di Jerusalem timur. Mereka menilai, langkah ini akan menghalangi pembicaraan damai yang sudah berjalan selama ini.
"Amerika Serikat menentang konstruksi baru Israel di Yerusalem Timur," kata juru bicara Gedung Putih, Robert Gibbs.
Menurut Gibbs, Jerusalem adalah isu permanen yang harus diselesaikan oleh para pihak melalui negosiasi dan didukung oleh masyarakat internasional. Kedua pihak harus kembali ke meja perundingan sesegera mungkin.
"The Amerika Serikat mengakui bahwa Jerusalem adalah masalah yang sangat penting bagi Israel dan Palestina, dan bagi orang Yahudi, Muslim, dan Kristen, " kata Gibbs.
Dia menambahkan: "Kami percaya bahwa melalui perundingan dengan itikad yang baik dari para pihak akan dicapai sebuah kesepakatan yang terbaik dari kedua belah pihak untuk Jerusalem, dan statusnya akan melindungi bagi orang-orang di seluruh dunia."
Gibbs mengeluarkan pernyataan itu di tengah laporan-laporan berita di Israel yang mengatakan pemerintah telah melelang tender dan mengundang kontraktor untuk proyek pembangunan ratusan rumah untuk warga Yahudi di Jerusalem Timur.
Saat ini, di lokasi tersebut sudah ada sekitar 200.000 pemukim Yahudi bersama dengan 270.000 warga Palestina. Upaya Israel melanjutkan perluasan permukiman merupakan salah satu kendala terbesar untuk dimulainya kembali pembicaraan perdamaian dengan Palestina.

