ISLAMABAD, KOMPAS.com — Sedikitnya lima tewas dan 80 orang lainnya luka-luka akibat sebuah serangan bom bunuh diri di ibu kota Kashmir, Muzaffarabad, yang dikuasai Pakistan, Minggu. Dua dari lima korban tewas merupakan polisi dan mayoritas korban lainnya jemaah Muslim Syiah.
Menurut polisi, serangan terhadap sekte ini terjadi di daerah yang biasanya aman dari kekerasan militer. Militan Muslim telah puluhan tahun berusaha memperjuangkan kemerdekaan Kashmir dari kekuasaan India. Wilayah Kashmir terimpit di antara India dan Pakistan dan diklaim oleh kedua negara itu.
Muzaffarabad telah menjadi basis operasi gerakan anti-India. Namun di kota ini, terutama di bagian yang dikuasai Pakistan, kata Sardar Ilyas, seorang polisi, jarang terjadi kekerasan militer karena pertempuran umumnya terjadi di daerah perbatasan yang dikuasai India.
Bom bunuh diri pada Minggu (27/12/2009) itu terjadi ketika pelaku akan digeledah polisi di pos pemeriksaan di luar area perayaan untuk memperingati tujuh abad meninggalnya cucu Nabi Muhammad. Perayaan itu diikuti sekitar 1.000 orang jemaah Muslim Syiah.
Seorang petugas polisi mengatakan, sebagian besar korban luka merupakan kaum Muslim Syiah yang tengah melakukan ibadah yang diadakan tiap bulan suci Muharram. Sepuluh dari 80 korban luka-luka kini dalam kondisi kritis. Kaum minoritas Syiah di Pakistan kerap kali dijadikan target oleh kaum radikal Sunni.
Sebelumnya, terjadi pula ledakan pada perayaan kaum Syiah di selatan kota pelabuhan Karachi yang menyebabkan 30 orang terluka. Namun, pihak berwajib menyatakan, ledakan itu akibat akumulasi gas di jalur gorong-gorong. Kaum Syiah kemudian melakukan protes di jalanan dan membakar tiga mobil.
Pengeboman di Muzaffarabad menandakan makin bertumbuhnya gerakan ekstremis militan di daerah Kashmir yang dikuasai Pakistan. Beberapa kelompok bersenjata di daerah itu awalnya didukung oleh Islamabad. Namun, kelompok itu kemudian berbalik melawan pendukung mereka dan bersekutu dengan pihak Taliban karena pemerintah mengurangi dukungannya, atas tekanan Amerika Serikat.

