Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 21:57 WIB
Obama: Tinjau Ulang Sistem Keamanan Bandara
Taufiq Zuhdi | tof | Senin, 28 Desember 2009 | 03:11 WIB
|
Share:

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Obama mendesak otoritas bandara setempat meninjau sistem keamanan untuk penerbangan malam tadi. Ini untuk mengetahui bagaimana seorang mantan mahasiswa Inggris yang teridentifikasi dengan risiko melakukan tindakan teror diizinkan naik pesawat transatlantik sebelum mencoba meledakkannya.

Al-Qaeda telah mengeluarkan peringatan tentang adanya serangan teror baru yang dirilis lewat vdeo beberapa saat sebelum upaya untuk menurunkan jet yang membawa 278 penumpang tersebut. Dalam video yang diposting pada 21 Desember itu, seorang pria berjenggot memperingatkan: "Kami sedang membawa bom untuk menghantam musuh-musuh Allah."

Pria, yang diidentifikasi bernama sebagai Mohammed al Kalwi itu mengingatkan bahwa mereka tidak memerangi para prajurit. Mereka hanya memiliki masalah dengan Amerika dan agen-agennya

Sekretaris Pers Gedung Putih, Robert Gibbs mengatakan pada saluran berita Amerika NBC, Obama ingin mencari tahu bagaimana seorang individu dengan membawa peledak kimia bisa naik pesawat dari Amsterdam dan terbang ke Amerika Serikat.

Seperti diwartakan, Umar Farouk Abdulmutallab, putra seorang bankir asal Nigeria telah dituntut lantaran mencoba meledakkan pesawat Northwest Airlines. Empat minggu sebelumnya, sang ayah telah mengingatkan kepada Kedutaan Besar AS di Abuja, Nigeria, bahwa ia prihatin dengan keyakinan beragama yang dianut anaknya. Informasi ini disampaikan kepada pejabat intelijen AS.

Abdulmutallab, yang sebelumnya tinggal di rumah mewah saat belajar di University College London, juga dituntut dengan menempatkan perangkat yang merusak Northwest Airlines Penerbangan 253. Abdulmutallab memiliki perangkat yang melekat pada tubuhnya ketika ia naik pesawat di Amsterdam pada Malam Natal. Jika diaktifkan akan timbul api dan ledakan.

Penyelikan sementara FBI menemukan bahwa alat tersebut berisi bahan peledak tinggi yang dikenal sebagai PETN atau pentaeritritol. Agen FBI juga mengatakan, sisa-sisa jarum suntik yang ditemukan di dekat kursinya, diyakini telah menjadi bagian dari perangkat yang bisa memperbesar dampak ledakan.

Sumber :