Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 21:57 WIB
Imigran Yahudi ke Israel Naik 17 Persen
Taufiq Zuhdi | tof | Senin, 28 Desember 2009 | 02:03 WIB
|
Share:

AP PHOTO/BERNAT ARMANGUE
Konstruksi dari salah satu pengembang perumahan di Tepi Barat, Maaleh Adumim, di pinggiran Jerusalem, Minggu (6/9). Perdana Menteri Israel Netanyahu mengumumkan pembangunan ratusan apartemen baru untuk permukiman Yahudi. Sebuah keputusan yang bakal mengundang kontroversi, baik dari pihak Palestina maupun Amerika Serikat yang tengah merintis upaya damai Palestina-Israel.

TERKAIT:

JERUSALEM, KOMPAS.com - Perpindahan warga Yahudi dari sejumlah negara ke Israel setahun terakhir ternyata cukup tinggi. Menurut catatan Badan Imigrasi Yahudi, tahun ini terjadi kenaikan hingga 17 persen. Ini adalah kenaikan yang cukup tinggi dalam 10 tahun terakhir.

Badan pemerintah yang bertanggung jawab atas imigrasi itu menyebutkan, sebanyak 16.244 orang telah bermigrasi ke Israel pada tahun 2009, sedangkan tahun sebelumnya hanya sebanyak 13.869 orang.

"Kami sudah mencatat data tersebut tahun ini, untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun, ada peningkatan jumlah imigran," Nathan Sharansky, ketua badan Yahudi kepada wartawan.

Hampir setengah dari imigran datang dari negara-negara bekas Uni Soviet, dan sisanya kebanyakan berasal dari Utara dan Amerika Selatan dan Eropa. Agen Yahudi tersebut juga menyatakan, orang-orang Yahudi yang bermigrasi tahun ini juga datang dari negara-negara muslim, termasuk Turki, Maroko dan Yaman.

Sekadar diketahui, lebih dari tiga juta orang Yahudi telah berimigrasi ke Israel sejak pembentukannya pada 1948,  termasuk satu juta di antaranya dari bekas negara Uni Soviet sejak tahun 1990. Angka perpindahan baik signifikan karena pemerintrah Israel menawarkan kewarganegaraan dan manfaat bagi orang-orang Yahudi dari mana saja di dunia.

Sumber :
AFP