Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 21:48 WIB
Polandia Mencari Bintang dari Negeri Orang
| Kamis, 24 Desember 2009 | 04:00 WIB
|
Share:

Setelah melihat Miroslav Klose dan Lukas Podolski diambil oleh Jerman, asosiasi sepak bola Polandia, PZPN, dengan putus asa berusaha mencari bintang dari sebaran warga Polandia di dunia. Fans Polandia dan PZPN tengah bermimpi untuk mengembalikan era emas yang hilang, dengan target kejayaan saat menjadi tuan rumah Piala Eropa 2012, setelah gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2010.

Salah satu bagian dari strategi adalah mengikat para pemain berbakat sesegera mungkin berkomitmen untuk Polandia. ”Tujuannya adalah tidak ada lagi kasus seperti Podolski dan Klose,” kata Maciej Chorazyk, pencari bakat PZPN.

Klose dan Podolski lahir di Polandia dan beremigrasi ke Jerman saat masih kanak-kanak. Dipanggil oleh tim nasional Jerman, keduanya membuat Polandia hancur saat secara kebetulan kedua negara harus bertemu pada penyisihan grup Piala Dunia 2006 dan Piala Eropa 2008.

Klose tidak pernah tertarik membela Polandia. Namun, Podolski    adalah contoh klasik ketidakjelian PZPN. Pada usia 18 tahun, Podolski mengontak PZPN. Namun, Podolski ditolak, seperti halnya pemain timnas Jerman lain kelahiran Polandia, Piotr Trochowski.

Chorazyk membentuk unit pencari bakat dua tahun lalu tanpa modal dan hanya berdasarkan persetujuan dari PZPN. ”Itu adalah ’kecelakaan’. Satu hari saya bertemu anggota PZPN dan ditawari untuk mencari bakat para pemain dengan darah Polandia,” ujarnya.

Jaringan sukarelawannya menyebar di Jerman, Perancis, Inggris, Belanda, dan negara-negara Skandinavia. Tidak ketinggalan juga di negara-negara seperti Brasil, Argentina, Kanada, dan Amerika Serikat.

Badan sepak bola dunia, FIFA, mengizinkan tim untuk memanggil pemain yang memiliki keluarga berdarah negara asal tim itu. Irlandia, negara yang sebaran warganya sangat luas, telah melakukan hal itu selama bertahun-tahun.

Menurut organisasi Wspolnota Polska, ada sekitar 17 juta orang di luar Polandia yang memiliki kewarganegaraan dan darah Polandia. Jumlah warga Polandia sendiri sebanyak 38 juta jiwa. Penyebaran itu terkait dengan sejarah kekerasan dan invasi, empat dekade pemerintahan komunis pasca-Perang Dunia II, dan lebih dari seabad migrasi ekonomi.

Selama dua tahun terakhir, Chorazyk menyelenggarakan pemusatan pelatihan di Jerman untuk pemain berdarah Polandia yang bermain di klub Jerman. ”Kami di belakang Turki, yang memiliki tiga kantor permanen di Jerman dengan staf yang dibayar,” katanya.

Chorazyk sejauh ini sukses merekrut nama yang cukup terkenal ke tim nasional Polandia, yakni gelandang Lille berusia 25 tahun, Ludovic Obraniak. Obraniak yang lahir di Perancis mencetak dua gol pada debutnya bersama Polandia saat menang 2-0 atas Yunani dalam sebuah laga persahabatan.

Setelah Obraniak, Polandia mengincar tiga bek. Mereka adalah Damien Perquis dari Sochaux, Laurent Kosceilny dari Lorient, dan Sebastian Bienisch dari Werder Bremen. Polandia dulu dikenal sebagai salah satu kekuatan sepak bola dunia. Mereka pernah finis ketiga di Piala Dunia 1974. Mereka juga memenangi medali emas Olimpiade 1972. (afp/ray)