Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 21:43 WIB
Ditegur karena Mabuk, Preman Tembak Mati Seorang Pendeta
Egidius Patnistik | aegi | Rabu, 23 Desember 2009 | 15:53 WIB
|
Share:

shutterstock
Ilustrasi

MOSKWA, KOMPAS.com — Preman pemabuk menembak mati seorang pendeta sebuah gereja di desa dekat Moskwa, Selasa (22/12/2009) malam, karena pendeta itu memarahi mereka.

Media Rusia melaporkan, peristiwa itu merupakan pembunuhan kedua terhadap pendeta Ortodok Rusia di wilayah Moskwa dalam sebulan terakhir. "Bapa Alexander (Filippov) dibunuh hanya karena memarahi para penjahat itu di pintu masuk sebuah apartemen," kata kantor berita Interfax yang mengutip pernyataan Yelena, istri pendeta tersebut.

Pendeta tersebut sedang beribadah di Gereja Ascension of the Lord, dekat kota Podolsk, saat ditembak. Menurut sang istri, ia meninggal akibat tembakan di jantungnya.

Dia meninggalkan tiga putri yang sedang beranjak remaja. Saluran televisi Vesti-24 menunjukkan gambar pendeta berumur 39 tahun itu.

Interfax mengatakan, polisi telah menahan dua pemabuk setempat yang dicurigai membunuhnya. Polisi dan para petinggi gereja tak segera bisa dihubungi untuk diminta komentarnya.

Bulan lalu, seorang pria bersenjata yang mengenakan topeng memasuki Gereja St Thomas di Moskwa selatan. Pria itu menembak mati pendeta Ortodok Rusia berumur 34 tahun, Daniil Sysoyev, yang sebelumnya menerima ancaman kematian.

Gereja Ortodok Rusia telah menikmati masa kebangkitan dan dukungan resmi dari pemerintah sejak berakhirnya era komunis menyusul jatuhnya Uni Sovyet pada 1991. Kontrol negara tidak lagi terlalu ketat dan masyarakat Rusia modern tampak semakin keranjingan minuman beralkohol dan ketagihan obat-obat terlarang.

Sumber :
ANT