Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 21:43 WIB
AS Tanggapi Hati-hati Kabinet Baru Afganistan
Egidius Patnistik | aegi | Rabu, 23 Desember 2009 | 12:17 WIB
|
Share:

AFP/SHAH MARAI
Presiden Afganistan Hamid Karzai (kedua dari kiri) melewati pasukan kehormatan, saat ia tiba untuk diambil sumpahnya sebagai presiden di Istana Kepresidenan di Kabul, Kamis (19/11). Ini adalah masa jabatan kedua Karzai.

TERKAIT:

WASHINGTON, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) memberikan tanggapan berhati-hati terhadap kabinet baru Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, yang baru dibentuk.

"Kami punya banyak pilihan atas apa yang dia buat. Kami prihatin mengenai beberapa pilihan yang dia buat itu," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Philip Crowley, Selasa waktu setempat, tentang pemerintahan baru Karzai.

"Kami akan terus melakukan proses untuk mengkaji menteri-menteri sangat khusus, dan menghubungi pembantu kami melalui menteri-menteri itu, yang kami pikir bekerja baik dan mengatasi kekhawatiran  berkaitan dengan kinerja dan korupsi," kata Crowley seperti dikutip AFP.

Ia menambahkan, "Pemerintah tampaknya akan menunjuk seorang yang kami kira bisa bekerja sama secara luas dengannya. Kami telah mengatakan kepada Presiden Karzai secara sungguh-sungguh bahwa kami masih prihatin terhadap kinerja pemerintahnya."

Karzai, yang pekan ini mengatakan bahwa kabinetnya hampir separuh  terdiri dari pendatang baru, kembali mengendalikan kekuasaan setelah pemilihan presiden, berdasarkan laporan-laporan yang tersebar luas, ternoda oleh kecurangan. Dia mengumumkan kabinetnya 19 Desember dan menegaskan bahwa setiap menteri akan bertanggungjawab jika dituduh korupsi. Selama ini, pemerintahnya dicap korup dan mendapat kecaman bahwa hal itu menjadi salah satu alasan meningkatnya popularitas Taliban.

Daftar kabinet Karzai termasuk beberapa wajah lama, yang mendapatkan persetujuan masyarakat internasional. Di antaranya adalah dua panglima perang, beberapa bekas menteri, dan beberapa pendatang baru. Satu-satunya wanita adalah Husn Banu Ghazanfar, menteri urusan wanita, yang pemilihannya memicu kecaman dari kelompok wanita. Karzai berjanji akan mengajak banyak wanita dalam kabinetnya, meskipun dia tak mengatakan untuk portofolio apa.

Sejumlah 23 dari total 25 menteri yang dipilih telah disampaikan kepada parlemen, Sabtu, untuk mendapat persetujuan.

Sumber :
ANT