Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 07:03 WIB
Rencana Libur Natal Buyar
| jimbon | Rabu, 23 Desember 2009 | 05:57 WIB
|
Share:

AP PHOTO/MATT ROURKE
Seorang warga dengan tas di tangan berjalan menembus gunungan salju seusai badai di Philadelphia, Amerika Serikat, Senin (21/12). Satu minggu menjelang Natal merupakan salah satu minggu tersibuk dalam satu tahun. Namun, gunungan yang terhampar dari Carolina sampai New England menutup pusat-pusat perbelanjaan dan membuat pembelanja menghindari jalan-jalan yang licin dan berbahaya.

TERKAIT:

 

PARIS, KOMPAS.com - Pembatalan massal penerbangan di sejumlah negara di Eropa yang terlanda cuaca ekstrem menimbulkan kepedihan tersendiri bagi para penumpang Eropa yang bersiap melakukan liburan Natal, Selasa (22/12/2009).

Ribuan calon penumpang tidak hanya telantar akibat jalan tertutup salju tebal ataupun kereta yang tidak jalan. Di sejumlah bandara, landas pacu pun tertutup es sehingga tak memungkinkan dilakukannya penerbangan dalam kondisi seperti itu.

Jika kereta bawah laut yang menghubungkan Inggris dan Perancis, Eurostar, terhenti tiga hari sejak Jumat—meski Selasa kemarin sudah sebagian dioperasikan—maskapai penerbangan laris seperti EasyJet harus membatalkan 180 penerbangannya dengan alasan ”hujan salju jatuh secara signifikan”.

Maskapai penerbangan Irlandia, Ryanair, tak menjalankan 65 penerbangannya. British Airways juga mengalami penundaan lantaran bandara Inggris nomor dua teramai, Gattwick di London, terpaksa harus ditutup selama berjam-jam.

Bandara Eropa yang ramai lainnya, Frankfurt di Jerman, juga ditutup selama setidaknya empat jam, Selasa, juga akibat salju tebal. Tak kurang dari 5.000 calon penumpang terpaksa harus menginap di hotel-hotel di sekitar bandara, sementara sekitar 3.000 orang lainnya malah harus tidur di bandara atau berjam-jam berada di kabin pesawat, menunggu landas pacu ”benar-benar aman” untuk terbang.

Bandara di Inggris, Luton, juga sempat ditutup pada Senin malam. Meski sempat dibuka hari Selasa, bandara tersebut kacau-balau lantaran antrean penundaan penerbangan yang panjang. Nasib serupa terjadi di bandara Milan, Malpensa. Bandara itu tutup seharian setidaknya sampai Selasa siang.

Penundaan dan pembatalan terjadi di banyak bandara internasional Eropa, seperti Fiumicino di Roma, Madrid di Spanyol, dan Charles de Gaulle di Paris, Perancis.

Belum terhitung ratusan pengemudi yang terjebak di dalam mobil mereka, yang menurut Asosiasi Pengemudi Inggris, AA, terburuk dalam 25 tahun.

Mencapai 90 orang

Jumlah korban tewas akibat cuaca dingin di bawah titik beku di Eropa bertambah menjadi setidaknya 90 orang. Selain 42 orang mati kedinginan di Polandia, Selasa, Ukraina juga melaporkan 27 orang tewas akibat cuaca beku.

Belum terhitung jumlah korban tewas akibat cuaca beku di Jerman (6 orang), Austria (3), dan Perancis (2). Suhu terendah di Eropa dilaporkan mencapai minus 33,6 derajat celsius di Bavaria, Jerman. Di sebagian Benua Eropa, ketebalan salju dilaporkan mencapai 50 sentimeter.

Otoritas di Moskwa, Rusia, mengerahkan 13.000 truk untuk membersihkan jalan dari tumpukan salju karena lalu lintas dilaporkan sangat parah.

Tak hanya lalu lintas, pertandingan olahraga di Eropa juga terganggu. Sejumlah pertandingan sepak bola di liga Italia, Belgia, dan Belanda dibatalkan.(AP/AFP/Reuters/BBC/FRO)

Sumber :
Kompas Cetak