NEW YORK, KOMPAS.com — Harga minyak turun pada Senin (21/12/2009) waktu setempat di tengah berita bahwa OPEC mempertahankan kuota produksi tidak berubah dalam pembicaraan utamanya.
Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah light sweet pengiriman Januari merosot 89 sen menjadi ditutup 72,47 dollar AS pada perdagangan hari terakhir kontrak bulanan.
Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Februari turun 76 sen menjadi 72,99 dollar AS.
Harga pada awal perdagangan lebih tinggi didukung oleh perkiraan tingginya permintaan karena cuaca dingin di Amerika Serikat, konsumen energi terbesar dunia, dan ketegangan geopolitik, tapi dollar AS yang lebih kuat menekan pasar.
Ekspektasi tentang peningkatan pertumbuhan ekonomi, di antara faktor yang mendorong Wall Street lebih tinggi Senin, gagal untuk mengangkat harga minyak. "Minyak menunjukkan kelemahan yang mengejutkan, Anda memiliki banyak berita bullish," Ellis Eckland analis energi independen mencatat.
Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan mempertahankan kuota produksi tidak berubah dalam pertemuan di Luanda, Selasa, kata Menteri Arab Saudi Ali al-Naimi, anggota yang paling berpengaruh, pada Senin, mengutip tingkat harga minyak mentah yang "bagus".
Anggota lain mengatakan, mereka akan berusaha untuk mengurangi tingkat stok minyak mentah yang tinggi di pembicaraan pertama mereka diselenggarakan oleh kekuatan minyak baru Angola dan mengecilkan prospek sebuah lonjakan dari pemulihan ladang minyak Irak.
"Tidak ada perubahan," kata Naimi kepada wartawan di Luanda, merujuk pada kuota darurat yang dibawa satu tahun lalu untuk menstabilkan harga minyak.
Sekretaris Jenderal OPEC Abdullah El-Badri mengatakan, 12 anggota kelompok kartel tersebut harus menangani dampak stok minyak mentah yang tinggi, yang para ahli katakan dapat melemahkan pasar ketika permintaan jatuh pada musim semi.

