BEIJING, KOMPAS.com — Perancis akan menyelidiki kerusakan pada kereta api Eurostar yang telah membuat sekitar 2.500 penumpangnya terjebak di terowongan Channel, antara Inggris dan Perancis, Jumat malam lalu. Kementerian Transportasi Perancis tidak percaya bahwa cuaca buruk menjadi satu-satunya alasan kerusakan.
Eurostar, yang dimiliki Perancis, Belgia, dan Inggris, mengatakan, kereta api itu kandas setelah bergerak dari suhu dingin di luar terowongan ke suhu hangat dalam terowongan yang kemudian menyebabkan masalah dengan kondensasi. "Kementerian Transportasi akan memulai sebuah penyelidikan untuk menemukan apa yang terjadi. Saya baru saja berbicara dengan Perdana Menteri tentang hal itu," kata Menteri Transportasi Perancis Dominique Bussereau, Senin (21/12/2009), yang tengah berkunjung ke China bersama Perdana Menteri Francois Fillon. "Kami tidak percaya bahwa kereta Eurostar tidak berjalan selama tiga hari karena salju, jadi pasti ada masalah teknis," katanya.
Eurostar menangguhkan pelayanan terhadap penumpang hingga Senin dan kereta tengah dimodifikasi agar bisa melewati salju di utara Perancis. Para penumpang terjebak di dalam kereta selama lebih dari 16 jam pada Jumat malam hingga Sabtu. Pihak Eurostar mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka perlu memodifikasi layar salju dan perisai salju di lokomotif kereta.
"Kami minta alasan di balik kerusakan itu ditemukan," kata Bussereau. Ia menambahkan, langkah itu harus dilakukan sehingga masalah semacam itu tidak terjadi lagi di kemudian hari. Bussereau mengatakan, pabrik Eurostar, Alstom, telah bekerja sama untuk memecahkan masalah tersebut.
Eurostar setiap hari membawa sekitar 40.000 orang dari Inggris ke Eropa kontinental dan sebaliknya.

