Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 21:30 WIB
Badai Salju, Transportasi di Eropa Kacau
Taufiq Zuhdi | tof | Senin, 21 Desember 2009 | 01:25 WIB
|
Share:

DAILY MAIL
Bersihkan Salju - Sebuah pesawat di Inggris harus dibersihkan dari salju sebelum dipergunakan terbang

TERKAIT:

WARSAWA, KOMPAS.com - Badai salju dan suhu "ekstradingin" yang melanda kawasan Eropa dalam dua terakhir telah mengakibatkan sejumlah kekacauan. Di Polandia, dilaporkan sebanyak 29 orang tewas. Di Italia, terjadi kekacauan sistem udara, kereta dan jalan darat untuk kendaraan roda empat juga macet.

Di Perancis, otoritas penerbangan sipil setempat memerintahkan pembatalan 40 persen dari total jumlah penerbangan dari Paris. Kondisi serupa juga terjadi di Belgia dan Belanda di mana warga tidak bisa menggunakan bandara karena terhalang salju yang padat.

Penerbangan di Bandara Manchester, Inggris kini mengalami peningkatan aktivitas luar biasa karena menjadi satu-satunya bandara yang masih bisa dgunakan. Sedangkan di Brussels, penumpang berbaris selama beberapa jam untuk mendapatkan penerbangan.

"Tak ada informasi, tidak ada orang untuk bertanya. Saya tidak sabar untuk keluar dari sini. Saya akan mengambil penerbangan apa pun yang bisa," kata Monica Estaban (21), mahasiswa yang ingin kembali ke rumahnya di Barcelona untuk merayakan Natal.

Di Jerman, akibat suhu yang dingin hingga minus 15 dan minus 20 derajat Celcius (5 dan minus 4 Fahrenheit) membuat beberapa orang meninggal. Seorang pria tunawisma di Mannheim misalnya, ditemukan mati beku pada Sabtu, saat ia tidur di dekat rel kereta api.

Di Italia, yang dingin menyebabkan banyak malapetaka. Di Sisilia, Departemen Pertahanan
mengirim sejumlah helikopter untuk mengangkut petugas perlindungan sipil untuk membantu orang-orang yang membutuhkan perawatan medis yang mendesak.

Sementara di Finlandia, setidaknya empat orang tewas dalam kecelakaan di jalan setelah badai salju turun sore sampai 20 cm, mengakibatkan jalan yang licin. Pertandingan sepakbola besar dibatalkan di Italia, Belgia dan Belanda.

Sumber :
AP