Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 21:25 WIB
FTA Membuat Kita Terbirit-birit
Wahyu Satriani Ari Wulan | msh | Sabtu, 19 Desember 2009 | 13:28 WIB
|
Share:

KOMPAS/LASTI KURNIA
Produk elektronik buatan China sudah lazim ditemui di sejumlah toko elektronik, seperti di salah satu kios di Pasar Palmerah, Jakarta, Rabu (16/12). Tidak hanya produk elektronik, mainan anak, perlengkapan rumah tangga, hingga pakaian jadi buatan China juga membanjiri pasar Indonesia karena harganya murah.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno, menilai negara dihadapkan pada posisi dilematis menghadapi penerapan perjanjian perdagangan bebas atau FTA.

Menurutnya, FTA mengakibatkan barang-barang dari China akan membanjiri Indonesia. Ini akan membuat konsumen senang karena semakin banyak barang murah. Namun, para pengusaha terancam usahanya.

"Dengan masuknya barang-barang murah dari China, rakyat senang harganya murah, tapi bagaimana dengan pengusahanya? Sebenarnya dengan begini negara di posisi dilematis," kata Hendrawan dalam diskusi mingguan bertajuk "Ketika Produk China Menyerbu" di Warung Daun, Jalan Cikini, Sabtu (19/12/2009).

Hendrawan mengatakan, pemerintah tidak mampu membuat peraturan yang konkret dalam menghadapi FTA ASEAN-China. Bahkan, saat ini pemerintah juga belum memiliki strategi dan arah yang jelas untuk melindungi industri dalam negeri. Padahal, penerapan FTA kurang dari tiga minggu lagi.

Karena itu, dia mendesak Menteri Perdagangan untuk membuat strategi yang jelas mencakup tahapan, urutan, dan kecepatan guna menghadapi FTA. "Yang terjadi sekarang kita terbirit-birit. Tolonglah Bu Menteri (Mendag) buat strategi yang jelas bagaimana tahapan, urutan, dan kecepatan kita dalam menghadapi ini. Ketika saatnya tiba, sekarang keteteran," tambahnya.