KOPENHAGEN, KOMPAS.com - Presiden Barack Obama mengatakan, Amerika Serikat, China dan beberapa negara lain telah mencapai terobosan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca setelah hari hiruk-pikuk melakukan diplomasi pada KTT Perubahan Iklim.
Perjanjian, yang juga mencakup negara-negara berkembang India, Afrika Selatan dan Brasil, mewajibkan setiap negara untuk membuat daftar tindakan-tindakan yang akan diambil untuk mengurangi polusi pemanasan global dalam jumlah yang spesifik. Demikian pernyataan juru bicara Obama yang dirilis ke media, Sabtu.
Pernyataan ini sekaligus menggambarkan adanya kesepakatan atas kondisi iklim yang tidak lagi teratur, meski berapa angka pengurangan emisi secara resmi belum diumumkan. Berdasarkan perjanjian tersebut, kata pejabat itu, masing-masing negara juga akan membuat daftar tindakan yang diperlukan untuk mengurangi polusi pemanasan global dalam jumlah tertentu.
Uni Eropa dalam pernyataannya kepada media mengumumkan apa yang dinyatakan Obama tersebut tidak termasuk hal-hal yang kini masih dinegosiasikan. Obama menyarankan bahwa hari Jumat dilakukan kesepakatan antarlima negara yang akan diadopsi oleh peserta KTT yang lebih besar sebelum penutupan.
"Saya akan berangkat sebelum pemungutan suara final," katanya. "Kami merasa percaya diri kita bergerak ke arah kesepakatan final."
"Jika negara-negara harus menunggu sampai jenuh untuk mengikat perjanjian, maka kita tidak akan membuat kemajuan," kata Obama.
Obama menghabiskan hari terakhir dijadwalkan untuk membicarakan iklim dengan para pemimpin dunia, termasuk Perdana Menteri Cina Wen Jiabao, yang menawarkan untuk menyelamatkan kesepakatan pemanasan global di tengah jurang pemisah antara negara kaya dan miskin.


