Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 02:08 WIB
Jaringan Al Qaeda Rambah Bisnis Narkoba?
Taufiq Zuhdi | tof | Sabtu, 19 Desember 2009 | 05:27 WIB
|
Share:

WASHINGTON, KOMPAS.com — Tiga anggota jaringan Al Qaeda hari Jumat diadili di New York terkait tuduhan berusaha mendirikan jaringan perdagangan narkoba di Afrika untuk membantu membiayai operasi teror di AS.

Ketiga orang ini diketahui bernama Ourmar Issa, Harouna Idriss, dan Abelrahman Toure. Masing-masing dituntut dengan tuduhan konspirasi narcoterorisme yang diancam hukuman minimal 20 tahun dan maksimal hukuman penjara seumur hidup. Mereka ditangkap pada Rabu di Ghana. Mereka sebelumnya dianggap mampu mengamankan pengiriman ratusan kilogram kokain dari Afrika Barat ke Spanyol.

Jaksa setempat, Preet Bharara, mengatakan bahwa tuduhan ini mencerminkan munculnya kekhawatiran adanya aliansi antara Al Qaeda dan jaringan bisnis narkotika transnasional dan perdagangan manusia. "Sebagai teroris, mereka bisa saja mengembangkan bisnis obat-obatan. Namun, mereka memberikan kami lebih banyak kesempatan untuk melumpuhkan mereka dan memotong dana untuk tindakan-tindakan teror di masa depan."

Departemen Kehakiman dalam siaran persnya menyebut, ini adalah kali pertama anggota Al Qaeda didakwa dengan pelanggaran narcoterorisme. "Narcoteroris ini tidak menghormati perbatasan dan tidak peduli dengan siapa mereka akan melakukan konspirasi perdagangan narkoba," kata Michele Leonhart, Kepala Administrasi Urusan Obatan-obatan.

Departemen Kehakiman mengatakan, aksi ketiga orang tersebut dimaksudkan untuk mendukung gerakan Al Qaeda, Al Qaeda di Magreb Islam (AQIM), dan FARC, yang semuanya dianggap sebagai organisasi teroris oleh Amerika.

Para anggota juga diduga tengah mendiskusikan suatu kemungkinan untuk melakukan penculikan warga asing demi mengumpulkan uang. Penculikan oleh kelompok-kelompok milisi ekstremis demi keuntungan finansial telah meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir. Ini juga menjadi bisnis yang menguntungkan bagi AQIM, Al Qaeda cabang Afrika Utara.

September lalu, Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika memperingatkan Majelis Umum PBB bahwa tebusan seorang sandra kini menjadi sumber utama pembiayaan bagi terorisme.

Sumber :
AFP